Kultum: Orang Sabar Raih Keutamaan Puasa dan Kedekatan dengan Allah

Cahaya Ramadan

Kultum: Orang Sabar Raih Keutamaan Puasa dan Kedekatan dengan Allah

Kartika Sari - detikSumut
Selasa, 24 Feb 2026 17:04 WIB
Dekan Fakultas Agama Islam UMSU  Assoc Prof. Dr. Zailani, M.A. (Foto: Kartika Sari/detikSumut).
Foto: Dekan Fakultas Agama Islam UMSU Assoc Prof. Dr. Zailani, M.A. (Kartika Sari/detikSumut)
Medan -

Puasa mungkin menahan lapar dan dahaga ketika bulan Ramadan. Namun, Puasa menjadi anugerah terindah dari Allah kepada orang-orang beriman terutama bagi orang-orang yang bersabar.

"Untuk menjaga nilai puasa kita, salah satu karakter dan salah satu hal yang harus tetap berada dalam jiwa kita adalah sabar. Sabar perkara yang sulit tapi bisa kita laksanakan. Rasulullah adalah orang yang pernah marah, tapi marahnya Rasulullah ketika berhubungan dengan agama Allah yang diganggu," ungkap Dekan Fakultas Agama Islam UMSU Zailani dalam program Kultum Ramadan, Selasa (24/2/2026).

Zailani menuturkan bahwa salah satu karakter utama yang harus senantiasa hadir dalam diri orang yang berpuasa adalah sabar. Ia mengakui sabar bukanlah hal yang mudah namun juga bukan tidak mungkin dapat dilaksanakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ingatlah hadiah dari Allah. Ketika kita mau marah, ketika emosi kita mau meledak, kalau kita mampu menjaga dan menahan emosi kita, maka di waktu yang sama, anugerah terindah yang diberikan oleh Allah, Allah letakkan diri kita bersama-Nya," ujarnya.

Lebih lanjut, sabar menjadi dasar penting dalam menjaga hubungan sesama umat. Zailani mengatakan bahwa apabila emosi di luar kontrol, maka bisa kemungkinan dapat menyakiti hati seseorang.

ADVERTISEMENT

"Sabar itu menjaga hubungan kita dengan manusia, karena dalam beberapa riwayat, orang yang dia emosi, marahnya meluap-luap, di situ lah setan mempermainkan kita, sebagaimana anak kecil mempermainkan bola. Maka, orang-orang yang sedang emosi, ucapan apa pun bisa dia keluarkan dan itu sifatnya menyakitkan," jelas Zailani.

Terkait hal ini, Zailani mengatakan bahwa apabila ingin menasihati ataupun memberi kritikan dengan pembawaan yang tenang tanpa adanya emosi.

"Maka bagi kita yang ingin menasehati orang lain, mungkin kita ingin menyampaikan teguran atau nasihat kepada kawan kita dan yang lainnya, sampaikan ini tidak dalam keadaan emosi tapi dengan tenang. Insha Allah substansi apa yang kita lakukan benar-benar bisa kita jaga," jelasnya.

Sementara itu, orang-orang yang naik level tentu akan diberikan ujian kehidupan. Maka dari itu, seseorang akan dapat melalui itu dengan baik dengan cara bersabar.

"Maka bagi kita yang sabar, ada saja cobaan. Cobaan itu hanya bisa dilalui dengan sabar. Ada makanan di siang hari, kita harus sabar untuk tidak makannya. Tadi dalam perjalanan dalam pekerjaan, ada kawan kita yang menyulut emosi kita, sabar saat itu adalah sabar tidak melawan apa yang dia lakukan kecuali berhubungan dengan masalah kelangsungan nyawa kita," ucapnya.

"Maka puasa ini jalankan sebaik mungkin, tahan emosi kita, yakinkan kepada Allah dan tetapkan dalam diri kita, karena sesungguhnya bagi orang-orang yang sabar, kelebihannya, keuntungannya, datang untuk kita, bukan untuk orang lain," pungkas Zailani.



(ksr/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads