Ada dua doa yang sering kita dengar diucapkan saat berbuka puasa di bulan Ramadan ini. Sebenarnya mana yang seharusnya diucapkan? Berikut penjelasan ustaz soal perkara itu.
Kedua doa yang sering kita dengar untuk berbuka puasa adalah Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ala rizqika afthartu dan Dzahabazh-zhama'u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insya Allah.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Muhammad Syukri Albani Nasution mengatakan jika kedua doa tersebut memiliki riwayat. Yang penting menurutnya, umat muslim tetap membaca doa sebelum berbuka puasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang pertama gini, yang bahaya itu tidak berdoa, main kunyah aja itu yang berbahaya, tapi dua-duanya ada riwayatnya, tapi memang peruntukannya sering berbeda-beda," kata Prof Muhammad Syukri Albani Nasution dalam Program Kultum Ramadan, Kamis (26/2/2026).
Prof Syukri Albani mengajak agar tidak membenturkan kedua doa tersebut. Termasuk juga mengelompokkan orang-orang yang membaca salah satu doa itu.
"Saya sih mau ajak kita tidak membangun benturan di kedua doa itu, kira-kira kalau ada orang baca Dzahabazh-zhama'u 'ini pasti dari golongan ini nih', kalau Allahumma ini," ujarnya.
Sehingga menurut Prof Syukri Albani, kedua doa itu sama-sama boleh diucapkan. Namun lebih baik doa ditutup dengan Allahumma barik lana fima razaqtana waqina 'adzaban-nar.
"Menurut saya sih sama-sama aman dan tolong ditutup sebenarnya lebih baik dengan Allahumma barik lana fima razaqtana waqina 'adzaban-nar," tuturnya.
(niz/mjy)
