Patuh dan berbakti kepada orang tua jadi pahala bagi sang anak. Namun, ada batas ketaatan yang dijalankan terlebih berkaitan dengan ajaran Islam.
Dekan Fakultas Agama Islam UMSU Zailani mengungkapkan bahwa tiap anak harus tetap menghormati orang tua walaupun berbeda keyakinan selama orang tua tidak menentang kita dalam melaksanakan perintah Allah seperti salat, puasa, sedekah, dan lainnya.
"Orang tua adalah manusia yang kata Allah kita harus patuh kepadanya, bagi orang tua kita yang beda agama, selama orang tua memerintahkan kepada kita yang tidak bertentangan dengan perintah Allah dan Rasulnya, maka wajib kita patuh," ungkap Zailani dalam program Kultum Ramadan, Rabu (25/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut,Zailani menyebutkan seorang anak boleh dengan tegas tidak mengikuti perintah orang tua apabila bertentangan dengan ajaran Islam ataupun melarang beribadah kepada Allah.
"Tetapi apabila perintah itu bertentangan dengan perintah Allah dan Rasulnya, maka tidak ada sedikitpun kita patuh. Contoh, kita melaksanakan puasa ramadan dan itu perintah Allah lalu ada orang tua kita yang tidak seagama dengan kita melarang kita melaksankan puasa, mana yang kita pilih? Pilihlah perintah Allah dan Rasulnya, Insha Allah berkah," pungkasnya.
(ksr/afb)











































