Kementerian Pekerjaan Umum (PU) saat ini tengah membangun dua jembatan permanen di Bireuen, Aceh. Jembatan di sana sebelumnya putus akibat bencana akhir November 2025 sehingga dibangun jembatan bailey.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan salah satu jembatan yang dibangun terletak di Kutablang. Jembatan di jalan lintas Banda Aceh-Medan itu dibangun baru di samping jembatan yang sudah putus.
"Jembatan lama masih ada, kita bangun yang baru yang permanen dan lebih kuat," kata Dody kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi jembatan Kutablang saat ini setengahnya menggunakan bailey sehingga kendaraan yang lewat harus mengantre. Dody menjelaskan, setelah jembatan baru selesai, angkutan dengan beban lebih berat dapat melewati jembatan tersebut.
Dia menargetkan jembatan permanen selesai dikerjakan tahun ini. Menurutnya, pembangunan jembatan sudah dilakukan sejak beberapa pekan lalu ketika Bireuen masih berstatus tanggap darurat bencana.
Selain Kutablang, pembangunan juga dilakukan di Jembatan Teupin Mane. "Di Bireuen ada dua jembatan. Kalau di tempat lain ada empat atau lima jembatan," jelas Dody.
Sebelumnya, jembatan Kutablang putus saat banjir melanda Aceh Rabu 26 November 2025. Arus lalu lintas dari Banda Aceh-Medan maupun sebaliknya lumpuh akibat akses darat terputus. Pemerintah kemudian membuat jembatan bailey dan diresmikan akhir Desember.
Sejak diresmikan, lantai jembatan bailey tersebut sempat beberapa kali patah akibat dilewati truk kelebihan muatan. Pemerintah membatasi bobot kendaraan yang dapat melintas.
Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA mengatakan, truk tronton sementara dilarang melewati jembatan tersebut untuk mencegah potensi kelebihan tonase. Jembatan itu hanya dapat dilewati truk dengan beban maksimal 30 ton.
"Kebijakan ini tentu atas dasar temuan di lapangan penyebab patahnya lantai jembatan yang akhirnya mengakibatkan terganggunya lalu lintas via jembatan tersebut," kata MTA dalam keterangannya, Senin (19/1).
