Bubur Kanji Rumbi, Menu Buka Puasa di Masjid Aceh Sepakat Medan Sejak 1996

Bubur Kanji Rumbi, Menu Buka Puasa di Masjid Aceh Sepakat Medan Sejak 1996

Mhd Ilham Pradila - detikSumut
Selasa, 24 Feb 2026 07:32 WIB
Buka bersama dengan menu bubur kanji rumbi di Masjid Aceh Sepakat Medan. (Mhd Ilham Pradila/detikSumut)
Foto: Buka bersama dengan menu bubur kanji rumbi di Masjid Aceh Sepakat Medan. (Mhd Ilham Pradila/detikSumut)
Medan -

Masjid Raya Aceh Sepakat di Petisah Tengah, Kota Medan, Sumatera Utara, menyajikan bubur kanji rumbi khas Aceh sebagai menu berbuka puasa bersama jemaah. Buka bersama dengan menu satu ini sudah menjadi tradisi sejak 1996.

Eddy Miswar, Kepala Kenaziran Masjid (BKM), mengatakan agenda ini telah berlangsung sejak 1996 dan menjadi salah satu kegiatan rutin yang dinantikan warga. Bubur kanji, yang merupakan masakan khas Aceh atau dikenal juga sebagai bubur rumbi, dibagikan kepada jemaah dan warga sekitar.

"Dimulai sejak 1996. Diutamakan untuk jemaah sekitar," ujarnya, Senin (23/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Buka bersama dengan menu bubur kanji rumbi di Masjid Aceh Sepakat Medan. (Mhd Ilham Pradila/detikSumut)Buka bersama dengan menu bubur kanji rumbi di Masjid Aceh Sepakat Medan. (Mhd Ilham Pradila/detikSumut)

Tradisi pembagian bubur kanji di Masjid Aceh Sepakat kembali digelar selama Ramadan. Setiap hari, sebanyak 1.000 kantong atau 1.000 porsi bubur kanji disiapkan untuk jemaah yang datang.

"Dari 1.000 porsi yang disiapkan setiap hari, sekitar 500 porsi biasanya habis dikonsumsi di lokasi. Sisanya dibagikan kepada tamu yang datang atau jemaah yang ingin membawa pulang," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ia mengatakan proses memasak bubur kanji memakan waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam dengan menggunakan peralatan modern. Cita rasa khas bubur ini terletak pada racikan rempah-rempahnya yang kuat, seperti ketumbar, bawang, serta campuran ayam dan udang.

Biasanya, selain bubur kanji, jemaah juga disajikan nasi dengan kari lembu dan kuah blangong, masakan khas Aceh yang dimasak dalam kuali besi dengan campuran daun nangka dan kentang. Namun tahun ini menu tersebut ditiadakan karena dananya dialihkan untuk korban banjir di Aceh.

"Tahun ini menu berbuka disederhanakan. Nasi dan kuah blangong ditiadakan karena dana dialihkan untuk membantu korban banjir di Tamiang, Aceh," ucapnya.

"Setiap tahun, untuk buka puasa bisa membutuhkan dana kurang lebih satu miliar rupiah untuk satu bulan," kata Ahmad Basri.

Kini, bubur kanji tetap dibagikan kepada jemaah. Sebagian dikemas dalam plastik untuk dibawa pulang, sementara jemaah yang berbuka di lokasi disajikan menggunakan mangkuk.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads