Perbuatan dosa saat ini bukan hanya dapat dilakukan secara langsung namun kini dapat terjadi melalui jejak digital. Nah, perasaan malu dapat menghindarkan seseorang melakukan hal yang mengundang dosa.
"Salah satu dari cabang iman adalah malu. Malu lah yang menyebutkan kita atau yang menyebabkan kita tinggi rendahnya hubungan kita kepada Allah dan baik tidak ya kita di hadapan manusia. Sekarang ini tanpa kita sadari, kita banyak menggunakan media-media teknologi untuk menyampaikan sesuatu, memberikan konten-konten baik yang sifatnya negatif ataupun positif," ungkap Dekan Fakultas Agama Islam UMSU, Zailani, dalam program Kultum Ramadan detikSumut, Minggu (22/2/2026).
Zailani menyebutkan bahwa dengan memberikan ruang malu dapat menjadi 'rem' seseorang saat berniat melakukan hal yang tidak pantas di media sosial.
"Nah, ketika kita letakkan malu dalam hati kita, maka gunakan media sosial dan konten konten itu jangan sampai menyebabkan kita malu dalam pandangan Allah. Maksudnya bilakonten konten kita itu mengandung maksiat, bila konten-konten itu menjatuhkan harga diri kita, menyebabkan orang lain merasa jijik dengan apa yang mereka lihat dari konten kita," ujarnya.
"Maka jagalah malu karena sesungguhnya malu adalah perhiasan bagi orang-orang yang beriman," sambung Zailani.
Simak Video "Penghargaan Inovasi Birokrasi untuk Media Sosial DPR RI"
(astj/astj)