17 Orang Tewas Usai Minibus yang Bawa Peziarah Bertabrakan dengan Truk di Kenya

Internasional

17 Orang Tewas Usai Minibus yang Bawa Peziarah Bertabrakan dengan Truk di Kenya

Tim detikNews - detikSumut
Minggu, 04 Okt 2026 08:29 WIB
ilustrasi kecelakaan
Foto: Ilustrasi kecelakaan. (dok. detikcom)
Jakarta -

Sedikitnya 17 orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sejumlah kendaraan terjadi di Kenya. Para korban merupakan peziarah yang sedang dalam perjalanan menuju tempat ziarah Katolik.

Dilansir detikNews dari AFP, kecelakaan terjadi di jalan raya Nairobi-Mombasa, Kota Salama yang berjarak sekitar 90 kilometer sebelah tenggara ibu kota Kenya, Nairobi pada Sabtu (3/10/2026) dini hari. Akibat kejadian itu sejumlah orang dilaporkan terluka.

Otoritas Transportasi dan Keselamatan Nasional Kenya (NTSA) telah mengirimkan tim untuk menyelidiki kecelakaan yang terjadi di lokasi tersebut. Petugas pun turut memeriksa kondisi kendaraan yang terlibat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keuskupan Agung Katolik Mombasa menyebut para korban merupakan peziarah yang hendak menuju Tempat Ziarah Nasional di Subukia dalam rangka menghadiri Hari Doa Nasional.

Surat kabar Nation, yang mengutip sumber kepolisian anonim, melaporkan sebanyak 17 korban tewas berada di dalam sebuah minibus. Diketahui kendaraan tersebut seharusnya hanya memiliki kapasitas 14 tempat duduk dan dilaporkan bertabrakan dengan sebuah truk.

ADVERTISEMENT

Sejumlah laporan media juga menyebut dalam kecelakaan tersebut turut melibatkan kendaraan lain.

NTSA mengatakan ruas jalan yang menjadi lokasi kecelakaan memang dikenal sebagai titik rawan kecelakaan atau black spot. Sebelumnya, badan tersebut telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan terkait lokasi tersebut.

Presiden Kenya William Ruto menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan yang menewaskan para peziarah tersebut.

Kenya secara resmi mencatat sekitar 4.000 kematian akibat kecelakaan lalu lintas setiap tahun. Namun, rencana aksi keselamatan jalan raya terbaru pemerintah memperkirakan angka sebenarnya bisa lebih dari tiga kali lipat karena tidak semua kematian di jalan raya dilaporkan.

Pemerintah Kenya menyebut buruknya kondisi sejumlah ruas jalan dan kendaraan, ditambah perilaku pengemudi maupun pejalan kaki yang tidak berhati-hati, turut memperparah persoalan keselamatan lalu lintas di negara tersebut.

Baca selengkapnya di sini



(mjy/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads