Umat Islam yang menjalani ibadah puasa bukan hanya menahan lapar dan haus hingga waktu berbuka. Namun, juga menahan hawa nafsu, di antaranya berkata kasar dan mengumpat kepada orang lain.
Lantas, apabila kamu berkata kasar apakah dapat membatalkan puasa? Berikut penjelasan lengkapnya.
Dekan Fakultas Agama Islam UMSU Zailani mengatakan bahwa mengeluarkan kata kasar dan mengumpat tidak membatalkan puasa. Namun perkataan tersebut menghapus nilai-nilai dalam berpuasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagi orang yang berpuasa ketika dia melontarkan kata-kata kasar dia tidak membatalkan puasa tapi membatalkan nilai puasa. Makanya Rasulullah menyebutkan dalam Hadist Thabrani banyak orang yang berpuasa tapi yang didapat cuma lapar dan dahaga," ungkap Zailani dalam program Kultum Ramadan detikSumut, Kamis (19/2/2026).
"Maksudnya mereka tetap menahan lapar dan haus tapi dalam masa itu mereka tidak mampu menahan hawa nafsunya," lanjutnya.
Zailani menuturkan bahwa berpuasa hanya akan sia-sia apabila tidak dibarengi dengan menerapkan perilaku baik untuk mendapatkan pahala.
"Hawa nafsu yang berkoar-koar, hawa nafsu yang tidak mampu dijaga dengan baik maka sesungguhnya dia tetap bisa disebut orang yang shoim, orang yang berpuasa tapi nilai ibadah puasanya dan nilai pahalanya berkurang di hadapan Allah. Maka, jangan sampai kita mengurangi nilai puasa dalam pandangan Allah," pungkasnya.
detikSumut menghadirkan program Kultum Ramadan dengan topik menarik seputar Ramadan. detikers dapat menyaksikan melalui Instagram, TikTok, dan Facebook detikSumut yang tayang setiap hari pukul 17.00 WIB.
(ksr/dhm)











































