Melaksanakan kewajiban salat, puasa, ataupun sedekah belum tentu hidup akan selalu berjalan mulus. Bahkan, seseorang bisa saja diuji keimanannya agar dapat semakin dekat dengan Allah SWT.
"Sesungguhnya kalau kita sudah dekat dengan Allah, iman kita tidak kosong. Iman kita akan tetap tumbuh dan berkembang. Namun, ketika kita sudah merasakan hubungan kita sudah semakin dekat, lalu ada beberapa cobaan hidup yang dialami oleh kita maka kita sedang diuji Allah SWT," ungkap Dekan Fakultas Agama Islam UMSU Zailani dalam program Kultum Ramadan detikSumut, Sabtu (21/2/2026).
Zailani menuturkan ada perbedaan antara ujian dan teguran yang sering sulit dibedakan oleh umat Islam. Ia mengatakan bahwa ujian merupakan cobaan yang diberikan Allah agar dapat naik kelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka beda ujian dengan teguran. Kalau ujian adalah naik peringkat, orang yang beriman dinaikkan levelnya oleh Allah SWT dengan memberikan cobaan," ujarnya.
"Cobaan itu diberikan kepada orang beriman, diawali karena dia telah melakukan kebaikan," lanjut Zailani.
Lebih lanjut, Zailani menjelaskan bahwa cobaan juga dapat terjadi sebagai bentuk teguran dari Allah, terlebih ketika lalai dalam menjalankan kewajiban sebagai umat Islam.
"Sementara teguran diberikan oleh Allah kepada orang yang beriman kepada Allah tapi dia lalai dalam beberapa hal ibadahnya. Maka dia diberi teguran," kata Zailani.
"Orang yang lalai itu sebenarnya dia sedang ditegur oleh Allah SWT. Kembalilah kepada Allah," pungkasnya.
detikSumut menghadirkan program Kultum Ramadan dengan topik menarik seputar Ramadan. detikers dapat menyaksikan melalui Instagram, TikTok, dan Facebook detikSumut yang tayang setiap hari pukul 17.00 WIB.
(ksr/nkm)











































