Daftar 6 Makanan untuk Mencegah Kanker Usus Besar

Sarah Oktaviani Alam - detikSumut
Minggu, 22 Feb 2026 07:30 WIB
Ilustrasi. (Foto: Istock)
Jakarta -

Makanan yang dikonsumsi pada umumnya berfungsi untuk memberikan energi, memperbaiki kerusakan, serta menunjang aktivitas harian. Namun, ada juga makanan yang berperan mencegah penyakit, salah satunya kanker usus besar.

Kanker usus besar atau kolorektal kini semakin umum menyerang usia muda, seperti di bawah 50 tahun. Kondisi ini sering dipicu pola hidup yang buruk, termasuk makanan yang rendah serat.

Meski diet dapat membantu, mengonsumsi berbagai macam makanan bakal lebih baik untuk pencegahan kanker usus besar. Hal tersebut disampaikan oleh ahli diet Julia Zumpano.

"Satu makanan saja tidak akan menyebabkan atau mencegah kanker. Ini adalah gambaran keseluruhan," ucapnya, dikutip detikHealth dari Everyday Health.

Makanan untuk Mencegah Kanker Usus Besar

Saat memilih makanan dan camilan, Zumpano menekankan agar mengonsumsi yang mengandung makanan nabati dan protein tanpa lemak. Berikut daftar makanan yang bisa dicoba:

1. Buah dan Sayuran Utuh
Sayuran non-pati dan buah-buahan kaya akan vitamin, mineral, serat, dan antioksidan, seperti fitonutrien pencegah kanker.

"Diet yang kaya serat membantu pembuangan limbah, mikrobioma usus yang sehat, dan asupan nutrisi yang tinggi karena sifat makanan yang menyediakan serat," jelas Zumpano.

Buah dan sayuran yang wajib dikonsumsi, seperti:

  • Apel
  • Pisang
  • Berries
  • Mangga
  • Melon
  • Jeruk
  • Pir
  • Artichoke
  • Brokoli
  • Kubis
  • Wortel
  • Kembang Kol
  • Seledri
  • Mentimun
  • Selada
  • Kale
  • Bawang Bombay
  • Tomat
  • Bayam


Menurut Zumpano, usahakan untuk mengonsumsi berbagai macam buah dan sayuran itu dan pilih buah yang utuh daripada yang telah diolah. Perlu diingat juga, bahwa konsumsi sayuran bertepung yang berlebihan, seperti kentang, jagung, dan kacang polong bisa meningkatkan risiko diabetes.

2. Biji-bijian Utuh
Biji-bijian utuh, artinya yang tak dimurnikan atau diproses, menawarkan berbagai macam nutrisi. Mulai dari vitamin B, vitamin E, zat besi, zinc, magnesium, fitokimia, dan antioksidan lainnya.

Biji-bijian utuh juga kaya akan serat. Penelitian menunjukkan bahwa serat dari biji-bijian utuh bisa memberikan perlindungan terhadap kanker usus besar, lebih baik daripada sumber lainnya.

Saat usus besar mencerna serat, bakteri sehat menghasilkan molekul yang disebut asam lemak rantai pendek, yang berfungsi membunuh sel kanker dan memperlambat pertumbuhan kanker. Serat juga mengatur nafsu makan dan mendukung metabolisme yang sehat, yang membantu mencegah obesitas atau faktor risiko lain untuk kanker usus besar.

Biji-bijian utuh yang bisa ditambahkan ke dalam menu makanan sehari-hari, seperti:

  • Roti gandum utuh
  • Pasta gandum utuh
  • Nasi merah atau hitam
  • Oat
  • Quinoa
  • Barley

Cobalah untuk mengonsumsi 5-9 porsi biji-bijian per hari, sekitar setengahnya harus berupa biji-bijian utuh. Satu porsi setara dengan sekitar sepotong roti, secangkir sereal, atau setengah cangkir nasi atau pasta yang dimasak.

3. Daging Tanpa Lemak untuk Protein

Setiap orang membutuhkan protein dalam diet mereka. Namun, protein tanpa lemak memberikan perlindungan dari kanker usus yang paling besar.

Daging rendah lemak, terutama ikan segar, kaya akan vitamin D, kalsium, dan asam lemak omega-3, yang dapat membantu menurunkan peradangan yang terkait dengan kanker usus besar.

Sebuah penelitian menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi tiga porsi ikan per minggu dapat menurunkan risiko polip usus besar sebesar 33 persen.

Pertimbangkan untuk menghindari atau membatasi konsumsi daging merah dan daging olahan, seperti daging sapi, babi, domba, daging olahan siap saji, dan sosis. Sebab, makanan siap saji atau olahan dapat meningkatkan risiko kanker usus besar. Untuk pilihan daging tanpa lemak yang paling sehat, seperti:

  • Ayam tanpa kulit
  • Kalkun
  • Salmon
  • Tuna
  • Sardine
  • Herring
  • Makarel

4. Produk Susu Rendah Lemak
Produk susu adalah sumber kalsium yang baik, yang punya korelasi kuat dengan risiko kanker usus besar yang lebih rendah. Para ahli berpendapat bahwa kalsium melindungi terhadap kanker dengan mengikat asam di usus besar, sehingga mengurangi efektivitasnya dalam mendorong pertumbuhan kanker.

Kadar kalsium yang lebih tinggi juga dapat membantu tubuh mengidentifikasi sel kanker, membunuhnya, dan mengurangi kerusakan DNA. Produk susu rendah lemak yang dimaksud, seperti:

  • Susu tanpa lemak atau rendah lemak 1 persen.
  • Susu evaporasi tanpa lemak.
  • Yogurt tawar rendah lemak atau tanpa lemak.
  • Keju cottage kering atau rendah lemak.
  • Keju alami rendah lemak.
  • Keju olahan (kurang dari 3g lemak per ons).
  • Es krim tanpa lemak atau rendah lemak (kurang dari 3 g lemak per setengah cup).

5. Biji-bijian dari Tanaman Polong (legume)

Kacang-kacangan punya konsentrasi protein, serat, vitamin B, dan vitamin E yang tinggi. Serat di dalamnya mengurangi dampak karsinogen dan mendorong mikrobioma usus yang sehat, serta mengurangi risiko kanker usus besar. Beberapa jenis kacang yang bisa dikonsumsi, antara lain:

  • Kacang hitam
  • Kacang merah
  • Lentil
  • Kedelai

Para ahli merekomendasikan untuk mengonsumsi 1 hingga 3 cangkir kacang-kacangan per minggu.

6. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan mengandung lemak sehat, serat, antioksidan, dan vitamin yang membantu mencegah diabetes tipe 2 serta kanker usus besar. Makanan ini juga punya efek anti-inflamasi yang menurunkan risiko, kacang-kacangan tersebut seperti:

  • Almond
  • Kacang mete
  • Kacang hazel atau hazelnut
  • Kacang macadamia
  • Kacang pistachio



Simak Video "Video: Niacinamide Itu Apa, Sih?"

(dhm/dhm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork