Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan: Hukum, Tata Cara, dan Doa Lengkap

Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan: Hukum, Tata Cara, dan Doa Lengkap

Aisyah Lutfi - detikSumut
Selasa, 17 Feb 2026 17:31 WIB
Ilustrasi mandi wajib
Foto: Getty Images/iStockphoto/Iurii Garmash
Medan -

Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, banyak umat Islam mulai mencari informasi mengenai tata cara dan niat mandi wajib sebelum puasa. Di sejumlah daerah di Indonesia, mandi keramas ini bahkan menjadi tradisi yang dilakukan bersama keluarga pada sore hari terakhir bulan Syaban.

Namun, apakah mandi besar ini hukumnya wajib? Bagaimana jika seseorang lupa melakukannya? Simak penjelasan lengkap mengenai hukum, niat, dan tata caranya berikut ini.

Hukum Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan

Perlu dipahami bahwa tidak ada tuntutan khusus yang mewajibkan mandi besar (keramas) khusus untuk menyambut awal puasa Ramadan. Mandi tersebut bukan bagian dari rukun maupun syarat sah puasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya, puasa seseorang tetap sah meskipun ia tidak melakukan mandi khusus pada malam pertama Ramadan. Namun, kebersihan fisik sangat dianjurkan dalam Islam untuk menyambut momen ibadah.

Dilansir dari laman NU Online, dalam kitab Hasyiyah al-Bajuri (1/81) mandi besar di setiap malam bulan Ramadan dapat bernilai sunnah. Tujuannya adalah untuk membersihkan diri, memberikan kesegaran, dan ketenangan agar ibadah puasa serta salat Tarawih dapat dijalankan dengan lebih khusyuk.

ADVERTISEMENT

Kapan Mandi Menjadi Wajib?

Mandi menjadi wajib hukumnya (Mandi Junub) jika seseorang dalam kondisi berhadats besar. Hal-hal yang menyebabkan hadats besar meliputi:

  • Berhubungan suami istri (jimak).
  • Keluar mani.
  • Selesai haid atau nifas.
  • Melahirkan (wiladah).

Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 43:

"...dan jangan (pula menghampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub, kecuali sekadar berlalu (saja) sehingga kamu mandi (junub)..."

Bacaan Niat Mandi Sebelum Puasa

Niat dibaca di dalam hati bersamaan saat pertama kali membasuhkan air ke tubuh. Berikut adalah dua jenis niat yang bisa diamalkan sesuai kondisinya:

1. Niat Mandi Sunnah Awal Ramadan

Jika detikers mandi hanya untuk menyambut bulan suci dan menyegarkan badan (bukan karena hadats besar), berikut niatnya:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ أَدَاَؑ الْغُسْلِ Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩŽΨ³Ω’Ω†ΩΩˆΩ’Ω†Ω Ω„ΩΩŠΩ’ ΩΩΩŠΩ’ Ω‡ΩŽΨ°ΩΩ‡Ω Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩŠΩ’Ω„ΩŽΨ©Ω مِنْ Ψ±ΩŽΩ…ΩŽΨΆΩŽΨ§Ω†ΩŽ للهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Latin: Nawaitu ada'al ghuslil masnuni li fi hadzihil lailatil min romadhona lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat menjalankan mandi yang disunahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadan karena Allah Ta'ala."

2. Niat Mandi Wajib (Junub/Haid)

Jika detikers mandi karena memiliki hadats besar (seperti habis haid atau berhubungan suami istri), maka wajib membaca niat berikut agar bisa shalat dan puasa:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ§Ω„Ω’ΨΊΩΨ³Ω’Ω„ΩŽ Ω„ΩΨ±ΩŽΩΩ’ΨΉΩ Ψ§Ω„Ω’Ψ­ΩŽΨ―ΩŽΨ«Ω Ψ§Ω’Ω„Ψ§ΩŽΩƒΩ’Ψ¨ΩŽΨ±Ω ΩΩŽΨ±Ω’ΨΆΩ‹Ψ§ ِللهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Latin: Nawaitul ghusla li raf'il hadatsil akbari fardhan lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar, fardu karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Mandi Wajib yang Benar

Agar mandi besar sah dan menyucikan, berikut adalah urutan tata cara sesuai tuntunan Rasulullah SAW:

  • Berniat di dalam hati untuk menghilangkan hadats atau mandi sunnah.
  • Membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali.
  • Membersihkan kemaluan dan bagian tubuh yang terkena najis (biasanya menggunakan tangan kiri).
  • Melakukan gerakan wudhu sempurna seperti hendak shalat.
  • Mengguyurkan air ke kepala sebanyak tiga kali. Pastikan menyela-nyela pangkal rambut dengan jari agar air merata ke kulit kepala.
  • Mengguyurkan air ke seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan kemudian ke sisi kiri.
  • Pastikan tidak ada bagian tubuh yang terlewat atau tertutup (seperti lipatan kulit) agar air sampai ke seluruh permukaan kulit.
  • Setelah selesai, dianjurkan membaca doa seperti doa setelah wudhu.

Doa Sesudah Mandi Wajib

Mengutip buku Praktik Mandi Janabah Rasulullah Menurut Empat Madzhab oleh Isnan Ansory, berikut bunyi doa sesudah mandi wajib.

Ψ£ΩŽΨ΄Ω’Ω‡ΩŽΨ―Ω Ψ£ΩŽΩ†Ω’ Ω„Ψ§ΩŽ Ψ₯ΩΩ„ΩŽΩ‡ΩŽ Ψ₯ΩΩ„Ψ§ΩŽΩ‘ Ψ§Ω„Ω„ΩŽΩ‘Ω‡Ω ΩˆΩŽΨ­Ω’Ψ―ΩŽΩ‡Ω Ω„Ψ§ΩŽ Ψ΄ΩŽΨ±ΩΩŠΩƒΩŽ Ω„ΩŽΩ‡Ω ΩˆΩŽΨ£ΩŽΨ΄Ω’Ω‡ΩŽΨ―Ω Ψ£ΩŽΩ†ΩŽΩ‘ Ω…ΩΨ­ΩŽΩ…ΩŽΩ‘Ψ―Ω‹Ψ§ ΨΉΩŽΨ¨Ω’Ψ―ΩΩ‡Ω ΩˆΩŽΨ±ΩŽΨ³ΩΩˆΩ„ΩΩ‡Ω Ψ§Ω„Ω„ΩŽΩ‘Ω‡ΩΩ…ΩŽΩ‘ Ψ§Ψ¬Ω’ΨΉΩŽΩ„Ω’Ω†ΩΩ‰ Ω…ΩΩ†ΩŽ Ψ§Ω„ΨͺΩŽΩ‘ΩˆΩŽΩ‘Ψ§Ψ¨ΩΩŠΩ†ΩŽ ΩˆΩŽΨ§Ψ¬Ω’ΨΉΩŽΩ„Ω’Ω†ΩΩ‰ Ω…ΩΩ†ΩŽ الْمُΨͺΩŽΨ·ΩŽΩ‡ΩΩ‘Ψ±ΩΩŠΩ†ΩŽ

Arab latin: Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina

Artinya: "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri,"

Dengan tubuh yang bersih dan suci melalui mandi besar, insyaAllah kita lebih siap secara fisik dan spiritual untuk menjalani ibadah di bulan suci Ramadan. Selamat menunaikan ibadah puasa detikers!



(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads