Anggota DPR Aceh Nora Idah Nita menyebutkan, banyak warga Aceh Tamiang korban bencana banjir bandang yang tinggal di tenda-tenda pengungsian. Bahkan, ada pengungsi yang tidur di kuburan karena belum bisa pulang ke rumah.
Nora berbicara tentang kondisi pengungsi di Aceh Tamiang dalam rapat paripurna yang berlangsung di Gedung DPR Aceh, Kamis (12/2/2026). Anggota Fraksi Demokrat itu awalnya menyebutkan, di Aceh Tamiang sedang terjadi demo besar-besaran dan hampir chaos.
"Di Aceh Tamiang masih banyak yang tinggal di tenda-tenda pengungsian dan malah tidurnya ada yang di kuburan China. Itu sangat menyedihkan sekali," kata Nora dalam rapat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, warga belum dapat pulang ke rumah mereka karena belum memiliki uang untuk biaya pembersihan rumah. Dia berharap masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang layak karena pekan depan sudah masuk bulan Ramadan.
"Saya berharap untuk APBA 2026 berpihak ke masyarakat terdampak bencana. Masyarakat Aceh Tamiang belum menerima apa yang dijanjikan, ganti perabotan, ganti ekonomi segala macam," ujarnya.
Anggota DPR Aceh dari Partai Aceh Nazaruddin alias Teungku Agam menyarankan anggaran rehab rumah DPR Aceh senilai Rp 50 miliar yang sudah dibatalkan agar dialihkan untuk korban bencana. Dia menyarankan korban mendapatkan uang tunai dari pemerintah.
"Perlu kami ingin tahu, rakyat tahu anggaran yang telah dibatalkan untuk rehab rumah DPRA itu dikemanakan, pimpinan. Kami mengusulkan sesuai dengan pemikiran pemerintah agar diberikan langsung kepada rakyat Aceh yang terdampak banjir. Karena mengingat masih banyak korban banjir yang masih berada di tenda-tenda pengungsi," jelas Teungku Agam.
"Kita kasih saja lngsung cash kepada korban. Sampai sekarang rehab rumah DPR sudah dibatalkan kami tidak tahu judul apa yang akan diberikan, kemana dialihkan. Saya mengusulkan agar rehab rumah dewan yang telah dibatalkan disalurkan kepada seluruh korban," lanjutnya.
Teungku Agam juga meminta anggota DPR Aceh yang setuju dengan usulannya untuk angkat tangan. Sejumlah anggota legislatif tampak mengangkat tangan sambil menjawab setuju.
(agse/mjy)











































