Psikolog Klinis, Sairah, menyebut inner child para seseorang bisa mempengaruhi perilaku, emosi, hingga proses berfikir. Hal itu juga akan berpengaruh terhadap kesehatan fisik.
Mulanya Sairah menjelaskan inner child merupakan bagian yang ada pada manusia yang terbentuk dari peristiwa di masa lalu. Inner child tersebut akan berpengaruh di masa mendatang.
"Inner child adalah bagian di dalam diri kita yang menyimpan pengalaman, emosi, kebutuhan psikologis, atau bahkan luka batin saat masa anak-anak. Akhirnya adanya pengalaman sebelumnya yang mempengaruhi proses berfikir, proses emosi, dan perilaku seseorang yang berdampak pada kehidupan selanjutnya," jelasnya saat diwawancarai detikSumut, Rabu (11/2/2026).
Sairah menyebut gejala psikologis yang tidak normal, biasa terlihat pada remaja menuju dewasa bisa jadi karena ada inner child yang belum terselesaikan.
"Kalau secara singkatnya itu 'anak kecil' dalam tubuh orang dewasa. Munculnya gejala psikologis yang abnormal terlihat nya pada remaja menuju dewasa, pada dewasa biasa sudah menetap. Memang setiap orang punya perbedaan kepribadian, namun kalau ada yang salah, biasa kita merujuknya bisa jadi ada inner child yang belum terselesaikan," jelasnya.
Dalam dunia psikologis, inner child tidak bisa dihilangkan. Inner child ini juga bisa mempengaruhi perilaku, emosi, hingga proses berfikir.
"Inner child dalam psikologis tidak bisa dihilangkan atau dilupakan, namun disembuhkan. Luka batin itu bukan dihilangkan atau dilupakan namun dibereskan. Ada berbagai rangkaian tahapan terapi dalam psikologis tergantung tingkatan seberapa parah inner child ini mempengaruhi perilaku, emosi, proses berfikir nya di masa dewasa, ketika inner child ini tidak disembuhkan maka akan berdampak tidak hanya kepada diri sendiri bahkan orang-orang di sekitarnya," ujarnya.
Simak Video "Video: Kenapa Orang Pintar Kadang Melakukan Hal Bodoh?"
(astj/astj)