Inner Child Bisa Dihilangkan? Ini Kata Psikolog

Inner Child Bisa Dihilangkan? Ini Kata Psikolog

Rindi - detikSumut
Kamis, 12 Feb 2026 00:22 WIB
Family conflict. Mother and daughter quarreling at home, sulky child girl ignoring her mom, standing back to her with crossed arms, selective focus, copy space
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Prostock-Studio)
Medan -

Psikolog Klinis, Sairah, menyebut inner child para seseorang bisa mempengaruhi perilaku, emosi, hingga proses berfikir. Hal itu juga akan berpengaruh terhadap kesehatan fisik.

Mulanya Sairah menjelaskan inner child merupakan bagian yang ada pada manusia yang terbentuk dari peristiwa di masa lalu. Inner child tersebut akan berpengaruh di masa mendatang.

"Inner child adalah bagian di dalam diri kita yang menyimpan pengalaman, emosi, kebutuhan psikologis, atau bahkan luka batin saat masa anak-anak. Akhirnya adanya pengalaman sebelumnya yang mempengaruhi proses berfikir, proses emosi, dan perilaku seseorang yang berdampak pada kehidupan selanjutnya," jelasnya saat diwawancarai detikSumut, Rabu (11/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sairah menyebut gejala psikologis yang tidak normal, biasa terlihat pada remaja menuju dewasa bisa jadi karena ada inner child yang belum terselesaikan.

"Kalau secara singkatnya itu 'anak kecil' dalam tubuh orang dewasa. Munculnya gejala psikologis yang abnormal terlihat nya pada remaja menuju dewasa, pada dewasa biasa sudah menetap. Memang setiap orang punya perbedaan kepribadian, namun kalau ada yang salah, biasa kita merujuknya bisa jadi ada inner child yang belum terselesaikan," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Dalam dunia psikologis, inner child tidak bisa dihilangkan. Inner child ini juga bisa mempengaruhi perilaku, emosi, hingga proses berfikir.

"Inner child dalam psikologis tidak bisa dihilangkan atau dilupakan, namun disembuhkan. Luka batin itu bukan dihilangkan atau dilupakan namun dibereskan. Ada berbagai rangkaian tahapan terapi dalam psikologis tergantung tingkatan seberapa parah inner child ini mempengaruhi perilaku, emosi, proses berfikir nya di masa dewasa, ketika inner child ini tidak disembuhkan maka akan berdampak tidak hanya kepada diri sendiri bahkan orang-orang di sekitarnya," ujarnya.

Sairah juga menjelaskan bahwa semua orang pasti memiliki inner child. Namun pengaruhnya bergantung pada luka batin yang dialami.

"Kalau dibilang semua orang memiliki inner child, iya. Karena kita terbentuknya tidak bisa sempurna terkait pola asuh, lingkungan, pengalaman masa kecil, ada yang berdampak signifikan ada yang dijadikan sebagai pengalaman. Seberapa pengaruh nya inner child ini tergantung seberapa pengalaman dan luka batin tadi," lanjutnya.

Untuk itu diperlukan mental yang sehat, yaitu dengan membangun hubungan yang baik dengan Tuhan dan lingkungan sekitar.

"Mental itu kan sama seperti fisik, kalau kita punya imun yang kuat, ketika ada virus dan bakteri di sekitar maka tidak terjadi fatal. Mental juga begitu, ketika mental yang sehat, yang punya hubungan yang baik dengan Tuhan dan lingkungan sekitar, ketika kedua itu terjaga maka kondisi mental kita bisa kuat," tutupnya.

Artikel ditulis Rindi Antika peserta program Maganghub Kemnaker di detikcom

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Kenapa Orang Pintar Kadang Melakukan Hal Bodoh?"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads