Sekolah-sekolah Kota Bandung Bakal Didatangi Psikolog, Ada Apa?

ADVERTISEMENT

Sekolah-sekolah Kota Bandung Bakal Didatangi Psikolog, Ada Apa?

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 11 Feb 2026 06:30 WIB
Sekolah-sekolah Kota Bandung Bakal Didatangi Psikolog, Ada Apa?
Ilustrasi sekolah. Foto: Rafael Atantya/Unsplash
Jakarta -

Penanganan kesehatan mental siswa di Kota Bandung akan melibatkan psikolog secara langsung di sekolah-sekolah. Rencana ini menyusul temuan kasus gangguan emosional dan gangguan perilaku siswa, khususnya jenjang SMP.

Anggota Majelis Psikolog Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Jawa Barat M Ilmi Hatta mengatakan mengatakan, intervensi profesional merupakan kolaborasi pihaknya dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung untuk merespons isu kesehatan mental pelajar yang tidak cukup ditangani atau bukan wewenang guru BK.

"Di sekolah memang sudah ada guru BK, tapi kewenangannya terbatas. Untuk kasus-kasus tertentu yang cukup berat tidak bisa hanya ditangani guru BK. Harus ada psikolog yang turun langsung memberikan intervensi dan terapi kepada anak-anak yang bermasalah," kata dosen psikologi Universitas Islam Bandung (Unisba), dikutip dari laman Pemprov Jabar, Selasa (10/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelatihan Guru BK

Ia menjelaskan, psikolog nantinya akan bertugas menangani siswa serta memberi pelatihan (training) pada guru Bimbingan Konseling (BK). Langkah ini diharapkan membantu guru BK untuk dapat mengenali gejala awal gangguan mental serta langkah penanganan awalnya.

ADVERTISEMENT

"Jadi ketika menghadapi anak dengan masalah emosional atau perilaku, mereka sudah tahu harus berbuat apa, kapan perlu merujuk ke psikolog dan bagaimana mendampingi siswa secara tepat," ucapnya.

Edukasi Psikologi pada Orang Tua

Sementara itu, Himpsi Jabar juga mengungkapkan potensi pemberian psikoedukasi kepada orang tua di tingkat wilayah. Menurut Ilmi, langkah ini turut merespons persoalan kesehatan mental anak yang berakar dari pola asuh dan lingkungan rumah.

"Untuk kewilayahan, bisa berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan agar psikolog turun memberikan psikoedukasi kepada para orang tua tentang cara mendidik dan mendampingi anak yang baik dan benar," ucapnya.

Isu Kesehatan Mental Kota Bandung

Ilmi mengatakan, program ini selaras dengan rencana Wali Kota Bandung Muhammad Farhan uintuk menghadirkan psikolog di lingkungan sekolah. Diharapkan, kesehatan mental siswa bisa terjaga, serta siswa merasa lebih sejahtera (well-being), lebih bahagia di sekolah, dam bisa berkonsentrasi saat belajar.

Melansir Antara, Farhan mengatakan sekitar 10 ribu siswa di Kota Bandung mengalami gangguan kesehatan mental sepanjang 2025 Angka ini diperoleh dari hasil survei yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bandung terhadap pelajar tingkat SD hingga SMA.

"10.000 siswa alami masalah kesehatan mental," ucapnya.

Program intervensi kesehatan mental di sekolah yang sedang disiapkan Pemkot Bandung dengan melibatkan guru BK, psikolog, serta psikolog klinis. Di samping pendampingan langsung, siswa juga akan menjalani asesmen.

Farhan menekankan, cara tersebut merupakan bentuk perlindungan agar anak mendapat dukungan yang tepat, termasuk di tengah masalah perundungan maupun tekanan sosial di ranah media sosial.

"Bukan berarti anak kita dianggap bermasalah. Justru ini bentuk kepedulian. Apa yang dialami anak-anak di luar rumah sering kali di luar jangkauan orang tua," ucapnya.




(twu/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads