Pabrik sandal swallow milik PT Garuda Mas Perkasa di Jalan Yos Sudarso, Medan, hangus terbakar. Pabrik yang memiliki ribuan pekerja itu dapat dikategorikan legendaris karena sudah berusia 50 tahun lebih.
Dengan usia yang lebih dari setengah abad, pabrik swallow saksi perjalanan industri lokal, tetapi juga bagian dari ingatan kolektif masyarakat Medan. Penasaran dengan sejarah pabrik swallow ini, simak ulasan lengkapnya di sini.
Sejarah Munculnya Sandal Jepit atau Swallow
Siapa yang tidak punya kenangan baik dengan sandal jepit warna biru putih atau hitam putih di teras rumah? Sandal Swallow kayaknya sudah jadi teman setia yang selalu menemani langkah kita sejak kecil sampai sekarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari skripsi berjudul "Perbaikan Rancangan Produk Dengan Metode Concurrent Function Development dan Triz' dari Cici Yunita Sinaga, Fakultas Teknik USU 2015, semua bermula dari Geta, sandal kayu asli Jepang abad ke-17 yang lama-lama berubah menjadi Zori dengan bahan jerami. Nah, sandal karet modern pertama kali diperkenalkan di Indonesia saat pasukan Jepang memperkenalkan produk tersebut selama Perang Dunia II. Pertengahan tahun 1970-an, sosok Agut Djaja pun melihat peluang ini dan langsung memulai bisnisnya dengan sangat bijak.
Kebakaran pabrik sandal swallow di Medan. (Mhd Ilham Pradila/detikSumut) |
Pada tahun 1973, Agut Djaja bersama tiga orang anaknya resmi mendirikan UD Garuda Emas Perkasa di jalan Kolonel Yos Sudarso KM 6,5, Tanjung Mulia, Medan.
Di tempat ini, proses produksi sandal legendaris Swallow pun dimulai. Awalnya, mereka memproduksi merek Angsa dan Maruzen, baru kemudian di tahun 1976 merek Walet lahir. Bisnis keluarga ini semakin berkembang hingga akhirnya diperbarui nama menjadi PT Garuda Emas Perkasa tahun 1984. Nama tersebut diresmikan oleh Menteri Perindustrian dan Menteri Tenaga Kerja RI tiga tahun setelahnya.
Dari Medan, Swallow mulai menjangkau Jakarta pada tahun 1982 dan Surabaya pada tahun 1990. Pertumbuhan perusahaan ini luar biasa, hingga bisa menyerap ribuan tenaga kerja. Keunggulan kualitasnya? Mereka tak pernah ragu memperbarui mesin lama dengan teknologi terbaru yang bisa otomatis dan terkomputerisasi, sehingga produksi semakin berkualitas.
Satu hal yang bikin kita makin bangga pakai Swallow adalah cinta mereka pada bumi. Sandal ini terbuat dari 100% karet alami bersifat biodegradable yang bisa terurai sendiri, jadi tidak merusak alam. Lebih hebatnya lagi, pabrik ini sudah menerapkan sistem Zero Waste atau nihil limbah dan rajin melakukan daur ulang. Jadi, nyaman di kaki, juga nyaman bagi bumi!
Meski baru-baru ini kebakaran mengejutkan fasilitas produksinya, sejarah panjang PT Garuda Mas Perkasa mengukir ketangguhan mereka dalam membangun merek yang dicintai banyak orang. Perjalanan dari tahun 1973 hingga sekarang adalah bukti bahwa inovasi dan kualitas tetap menjadi kunci untuk membuat sebuah legenda terus bertahan.
Simak Video "Video Kebakaran Pabrik Sandal di Medan Belum Juga Padam dari Kemarin"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

