Ustaz Maulana sudah 37 tahun berdakwah. Selama itu pula dia tidak pernah membicarakan honor ketika hendak berdakwah.
"Semenjak saya berdakwah tahun 1988, saya tidak pernah membicarakan materi karena jangan sampai dalam berdakwah itu kita tidak ikhlas," katanya dikutip detikHot, Rabu (5/3/2025).
Dia memastikan tidak akan melayani siapapun yang membicarakan materi ketika berdakwah. Ustaz Maulana mengaku ikhlas menjalani pekerjaannya.
"Kalau bicara materi saya tidak akan layani. Saya cuma masyaallah," lanjut dia.
Setiap honor atau 'amplop' yang didapat dari berdakwah, Ustaz Maulana langsung menyerahkannya kepada sang ibu.
"Tahun 2000 itu saya sudah menggunakan kendaraan bermotor, itu berarti sudah ada cicilan. Saya cicil karena waktu dakwah dari kampung ke kampung itu butuh kendaraan. Itupun kendaraan dari kakak saya yang sudah meninggal, saya beli, dan saya harus ganti," tuturnya.
Pendapatan Ustaz Maulana dari berdakwah yang diserahkan ke ibunda dibagi dua. Itu adalah permintaan ibunda.
"Kita bagi dua ya, berapapun yang didapat kita bagi dua karena saya tidak pernah mau tahu. Justru kalau tempat itu kayak masjid rasa-rasanya saya nggak sampai hati untuk menerima. Apalagi dalam kondisi lagi dibangun, justru saya nyumbang," kata Ustaz Maulana.
Setelah menikah dengan Nuraliyah Ibnu Hajar pada 2008, pendapatan itu dibagi tiga. Ustaz kelahiran Makassar 20 September 1974 itu membagi masing-masing 30 persen untuk dirinya, ibunda, dan istri. 10 persen untuk sedekah.
"Masalah honor ya, saya tidak pernah bicara materi. Saya nggak pernah mau. Kalau dikasih alhamdulillah karena ilmu itu tidak bisa dipatokan berapa. Ilmu itu mahal," ungkapnya.
Selengkapnya di Halaman Berikutnya....
Simak Video "Video: Dakwah Anak Muda di Era Digital"
(astj/astj)