Kepulauan Riau

Siswi SMK di Batam Diduga Jadi Korban Bully Guru dan Siswa

Alamudin Hamapu - detikSumut
Sabtu, 07 Jan 2023 21:43 WIB
Foto: iStock
Batam -

Seorang siswa SMK swasta di Batam diduga menjadi korban perundungan atau bullying oleh rekan satu kelas dan gurunya. Akibatnya, siswa tersebut mengalami trauma usai mendapatkan perlakuan tersebut.

Indra Juniarti, orang tua siswi berinisial SI (17) yang duduk di kelas XI SMA mengatakan bahwa anaknya diduga mendapatkan perlakuan bullying di sekolah. Perbuatannya tersebut tidak hanya dilakukan oleh teman sekelas, bahkan dari gurunya.

"Kejadian yang menimpa anak saya ini sudah dilaporkan sebanyak tiga kali. Bahkan sudah sempat ketemu ketua yayasan tapi hal tersebut tapi tidak ada tanggapan dan penyelesaian serius," kata Indra, Sabtu (7/1).

Kronologi kejadian tersebut bermula saat SI meminta izin kepada wali kelasnya karena ada acara keluarga selama tiga hari di luar kota. Saat itu wali kelasnya sudah bersedia memberikan izin namun teman satu kelas SI meminta kepada sang guru agar tidak diberikan izin dan diberikan tanda alpa pada absensi.

"Saat itu anak saya meminta izin, karena kami ada acara keluarga di Bintan. Saat anak saya meminta izin ke Pak G yang selaku wali kelas. Dari keterangan anak saya, guru tersebut tengah membuat konten YouTube dan Pak G itu memberikan izin tapi teman sekelas meminta untuk kehadiran anak saya di buat alpa," jelas Indra.

Indra menjelaskan beberapa hari berselang dari kejadian itu. Wali kelas anaknya SI diketahui sudah tidak mengajar di sekolah tersebut karena dikeluarkan. Pasca itu SI mulai mendapatkan perlakuan bullying dari teman sekelasnya.

"Oleh teman sekelas anak saya dia dituduh sebagai dalang dikeluarkan Pak G dari sekolah. Anak saya selalu disindir dan dikucilkan. Sampai tidak ada yang mau berkawan dengan dia," ujarnya.

"Anak saya di bilang sebagai pembawa masalah. Selain teman satu kelas, salah satu guru yang memberikan materi juga melakukan perlakuan serupa," tambahnya.

Indra melanjutkan guru yang ikut mem-bully anaknya itu menuding anaknya sebagai biang masalah guru bernama G dikeluarkan dari sekolah.

"Guru yang melakukan bullying itu adalah Pak AH, dia menyindir saat jam pelajaran dengan mengatakan bahwa gara-gara anak di kelas anak saya Pak G dikeluarkan dari sekolah. Pernyataan itu disampaikan dengan tatapan mata ke arah anak saya," ujarnya.

"Saat itu ada murid yang lain bertanya tentang jadwal Pak AH mengajar dan dia menjawab bahwa dia full mengajar di kelas anak saya karena dia sabar sehingga tidak keluar seperti Pak G," ujarnya.

Baca selengkapnya di halaman berikut....



Simak Video "Video: Dendam Dibully Berujung Pembunuhan Sadis di Badung Bali"

(afb/afb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork