Mendikdasmen Tinjau MBG dan Revitalisasi Sekolah di Batam

Kepulauan Riau

Mendikdasmen Tinjau MBG dan Revitalisasi Sekolah di Batam

Alamudin Hamapu - detikSumut
Selasa, 12 Mei 2026 15:32 WIB
-Mendikdasmen Abdul Muti saat menyerahkan bantuan revitalisasi sekolah di Batam. (Alamudin/detikSumut)
Foto: -Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat menyerahkan bantuan revitalisasi sekolah di Batam. (Alamudin/detikSumut)
Batam -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meninjau sejumlah sekolah di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Kunjungan itu dilakukan untuk melihat pelaksanaan program revitalisasi sekolah, digitalisasi pendidikan hingga pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Abdul Mu'ti mengatakan kunjungan tersebut bertujuan mengecek sekolah-sekolah yang menerima bantuan revitalisasi pada 2025 dan 2026. Selain itu, pihaknya juga meninjau sekolah penerima bantuan Interactive Flat Panel (IFP) atau perangkat digital pembelajaran.

"Pertama adalah untuk melihat sekolah-sekolah yang telah menerima revitalisasi tahun 2025 dan revitalisasi tahun 2026. Kemudian juga meninjau sekolah-sekolah yang telah menerima bantuan Interactive Flat Panel atau IFP dan juga pelaksanaan MBG di sekolah-sekolah di Batam ini," kata Abdul Mu'ti di Batam, Selasa (12/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pelaksanaan program MBG di sekolah-sekolah yang dikunjunginya berjalan baik. Ia melihat antusiasme siswa saat mengikuti kegiatan belajar mengajar maupun saat menerima program MBG.

"Alhamdulillah tadi dari sekolah-sekolah yang saya kunjungi program MBG berjalan dengan sangat baik. Saya melihat anak-anak mempunyai kebahagiaan dengan program MBG," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Mu'ti juga menyoroti penggunaan perangkat digital di sekolah. Ia menyebut siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran, termasuk saat pelajaran matematika.

"Tadi saya melihat di SD waktu pembelajaran matematika bagaimana anak-anak sudah betul-betul antusias. Dengan semangat belajar yang tinggi mudah-mudahan mereka memiliki prestasi yang lebih baik," katanya.

Mu'ti mengungkapkan anggaran revitalisasi sekolah nasional pada 2026 yang telah dialokasikan mencapai Rp 14 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan dan perbaikan satuan pendidikan di berbagai daerah.

"Anggaran untuk revitalisasi yang sudah fix di anggaran 2026 itu ada Rp 14 triliun," ujarnya.

Ia menjelaskan sebagian sekolah penerima bantuan revitalisasi telah melalui proses verifikasi bahkan sudah memasuki tahap pengerjaan. Untuk daerah terdampak bencana, pembangunan sekolah disebut sudah mulai berjalan.

"Sebagian bahkan sudah selesai 60 persen karena ditargetkan pada tahun ajaran baru 2026-2027 sekolah sudah bisa ditempati," ujarnya.

Selain itu, Kemendikdasmen juga tengah mengusulkan tambahan anggaran kepada pemerintah pusat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Tambahan anggaran tersebut di antaranya untuk penambahan 60 ribu satuan pendidikan penerima program, pengadaan IFP hingga pembangunan studio pembelajaran.

"Kami sedang mengusulkan anggaran biaya tambahan APBN sesuai arahan Bapak Presiden untuk penambahan 60 ribu satuan pendidikan. Kemudian tambahan IFP untuk masing-masing sekolah," ujarnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengusulkan tambahan program pembagian buku dan alat tulis bagi siswa kelas 1 dan 2 SD.

"Sekarang proses pengajuan di Kementerian Keuangan. Angkanya masih dinamis, tapi insyaallah lebih banyak dibanding tahun lalu," ujarnya.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads