3 Awak Kapal Tersangka, Pemilik MV Mathu Bhum Ajukan Keberatan

Goklas Wisely - detikSumut
Selasa, 17 Mei 2022 19:20 WIB
Kapal yang membawa 34 kontainer bahan baku minyak goreng diamankan TNI AL di Medan. Puluhan kontainer berisi bahan baku minyak goreng itu milik 3 perusahaan.
Kapal MV Mathu Bhum (Foto: Datuk Haris Molana/detikcom)
Medan -

PT Regional Container Lines-pemilik kapal MV Mathu Bhum mengajukan keberatan serta permohonan kepada Komandan Pelabuhan Utama TNL AL I Belawan.

"Ada pun keberatan kami soal penetapan tersangka terhadap nahkoda kapal dan penyitaan terhadap Kapal kargo MV Mathu Bhum karena ada 34 kontainer yang berisi RBD Palm Olien," ujar pengacara pemilik kapal MV Mathu Bhum, Bornok Simanjuntak, Selasa (17/5/2022).

Diketahui ada tiga awak kapal yang ditetapkan sebagai tersangka oleh TNI AL, mereka adalah kapten kapal dan dua lainnya kru kapal.


Menurut Bornok awak ditetapkan tersangka karena ada dua awak kapal berkewarganegaraan Malaysia tidak memiliki Seaman Book (Buku Pelaut). Menurutnya penyidik Komando Armada I Pangkalan Utama TNI AL I telah salah atau keliru atas hal tersebut.

Sebab, berdasarkan ketentuan Permenhub No. KM 30 Tahun 2008 pasal 12 disebutkan pelaut wajib memiliki Kartu Identitas Pelaut (Seafere Identity Dokumen), bukan Seaman Book.

"Dan ternyata kedua awak kapal berkewarganegaraan Malaysia tersebut masing-masing telah memiliki Seafere Identity Dokumen," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menganggap penyidik keliru atas penahanan kapal MV Mathu Bhum karena ada barang berupa RBD Palm Oline yang mau di ekspor. Pasalnya, menurutnya hal itu bukan merupakan pelanggaran hukum.

"Karena sesuai ketentuan Pasal 6 Permendag No 22 tahun 2022, disebutkan RBD Palm Olien yang telah mendapatkan nomor Pemberitahuan Ekpor Barang paling lambat 27 April 2022 dapat dilakukan Ekspor. Dan kenyataannya untuk RBD Palm olien yang terdapat di dalam Kapal MV Bathum Bhum telah memperoleh nomor Pemberitahuan Ekspor Barang tertanggal 25-26 April 2022," bebernya.

Oleh karena itulah, pihaknya mengajukan keberatan dan permohonan kepada Komandan Pelabuhan Utama TNL AL I agar meninjau ulang penetapan tersangka dan penyitaan tersebut.

"Dan kami berharap kiranya penyidikan atas perkara ini dapat dihentikan dan penyitaan terhadap kapal tersebut di lepaskan," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, personel TNI-AL menangkap kapal MV Mathu Bhum di perairan Belawan, Medan, Sumatera Utara. Kapal itu diamankan lantaran mengangkut bahan baku minyak goreng yaitu RBD Palm Olein yang akan diekspor ke Malaysia.

"Penangkapan ini diawali dengan informasi dari intelijen pangkalan yaitu dari Lantamal 1 Belawan, yang ditindak lanjuti oleh unsur-unsur Puskamla Koarmada I ditindaklanjiti oleh unsur-unsur KRI yaitu KRI Karotang 872 di bawah kendali Puskamla Koarmada I yang dalam hal ini adalah berhasil menangkap MV Mathu Bhum berbendera Singapore," kata Pangkoarmada RI Laksdya Agung Prasetiawan di Belawan, Jumat (6/5/2022).

Agung mengatakan kapal itu diamankan saat berlayar dari Belawan menuju Port Klang, Malaysia. Kapal itu diduga mengangkut 34 kontainer berisikan RBD Palm olein.

"Pada saat itu berlayar dari Belawan menuju Port Klang Malaysia. MV Mathu Bhum itu telah membawa beberapa muatan kontainer yang di antaranya terdapat 34 kontainer berisikan RBD Palm Olein," sebut Agung.

Agung menyebutkan bahan yang diangkut oleh kapal itu merupakan jenis bahan dilarang sementara waktu untuk di ekspor. Pelarangan ekspor bahan baku minyak goreng ini dikeluarkan oleh pemerintah.

"Di mana hal tersebut merupakan bahan yang merupakan jenis dilarang sementara untuk diekspor," sebut Agung.



Simak Video "Duh! Pemotor Asal Aceh Nyasar Masuk Tol Medan Gegara Google Maps"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)