29 Awak Kapal MV Mathu Bhum yang Ditahan TNI AL Terlantar

Goklas Wisely - detikSumut
Senin, 16 Mei 2022 16:55 WIB
Pengacara PT Regional Container Lines, Landen Marbun
Landen Marbu (Foto: Goklas Wisely)
Medan -

Pengacara PT Regional Container Lines, Landen Marbun, menyebut kondisi awak kapal MV Mathu Bhum memprihatinkan. Pasalnya, awak kapal sampai kini tinggal di kapal MV Mathu Bhum yang masih ditahan pihak TNI Angkatan Laut.

"Kondisi awak kapal ada 29 orang dan terlantar hari ini. Posisinya awak kapal berada dalam kapal MV Mathu Bhum yang berada di Lampu 1," ujar Landen kepada detikSumut, Senin (16/5/2022).

"Sementara untuk kebutuhan pangan di kapal disediakan sampai 13 Mei 2022. Artinya sudah habis. Alhasil, untuk pemasok kebutuhan awak kapal jadi ditanggung pemilik kapal sampai saat ini," tambahnya.


Landen sebelumnya mengungkapkan identitas pemilik 34 kontainer berisi bahan baku migor yang ditangkap TNI AL ketika hendak ekspor bahan baku migor ke Malaysia.

"Setelah kita telusuri berdasarkan dokumen yang ada, 34 kontainer itu, lima peti kemas milik PT Permata Hijau Group (PHG), 15 peti kemas dimiliki PT Inno Wangsa dan 14 sisanya milik PT Multi Mas Nabati," katanya.

Ketiga perusahaan pemilik 34 kontainer itu, menurut Landen, telah mengantongi dokumen yang dibutuhkan untuk bisa melakukan ekspor. Selain itu pemberitahuan ekspor barang (PEB) dan nota pemberiahuan ekspor (NPE) dari Bea Cukai Medan telah memiliki dokumen untuk bisa ekspor barang.

Dengan fakta itu, Landen menilai harusnya tidak ada masalah lagi perihal regulasi ekspor karena sudah sesuai ketentuan. "Semua dokumen lengkap. Harusnya kapal dilepas," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, personel TNI-AL menangkap kapal MV Mathu Bhum di perairan Belawan, Medan, Sumatera Utara. Kapal itu diamankan lantaran mengangkut bahan baku minyak goreng yaitu RBD Palm Olein yang akan diekspor ke Malaysia.

"Penangkapan ini diawali dengan informasi dari intelijen pangkalan yaitu dari Lantamal 1 Belawan, yang ditindak lanjuti oleh unsur-unsur Puskamla Koarmada I ditindaklanjuti oleh unsur-unsur KRI yaitu KRI Karotang 872 di bawah kendali Puskamla Koarmada I yang dalam hal ini adalah berhasil menangkap MV Mathu Bhum berbendera Singapore," kata Pangkoarmada RI Laksdya Agung Prasetiawan di Belawan, Jumat (6/5/2022).

Agung mengatakan kapal itu diamankan saat berlayar dari Belawan menuju Port Klang, Malaysia. Kapal itu diduga mengangkut 34 kontainer berisikan RBD Palm Olein.

"Pada saat itu berlayar dari Belawan menuju Port Klang Malaysia. MV Mathu Bhum itu telah membawa beberapa muatan kontainer yang di antaranya terdapat 34 kontainer berisikan RBD Palm Olein," sebut Agung.

Agung menyebutkan bahan yang diangkut oleh kapal itu merupakan jenis bahan dilarang sementara waktu untuk di ekspor. Pelarangan ekspor bahan baku minyak goreng ini dikeluarkan oleh pemerintah.

"Di mana hal tersebut merupakan bahan yang merupakan jenis dilarang sementara untuk diekspor," sebut Agung.



Simak Video "BM PAN Sumut 'Segel' Holywings, Minta Pemkot Medan Tinjau Izin "
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)