3 Awak Kapal MV Mathum Bhum Tersangka

Goklas Wisely - detikSumut
Selasa, 17 Mei 2022 18:47 WIB
Kapal yang membawa 34 kontainer bahan baku minyak goreng diamankan TNI AL di Medan. Puluhan kontainer berisi bahan baku minyak goreng itu milik 3 perusahaan.
Kapal MV Mathu Bhum (Foto: Datuk Haris Molana/detikcom)
Medan -

Tiga awak kapal MV Mathu Bhum yang akan mengekspor 34 kontainer bahan baku minyak goreng ke Malaysia ditetapkan sebagai tersangka oleh TNI AL.

Pengacara PT Regional Container Lines-pemilik kapal MV Mathu Bhum , Landen Marbun mengatakan ketiga awak kapal yang dijadikan tersangka yakni kapten kapal Weeranan Rodsawathuchoke dan dua kru kapal yakni Azman Bin Yusoff, Muhammad Amirul Bin Mohd Rafi.

"Mereka ditetapkan tersangka pada 5 Mei atau sehari setelah penangkapan 4 Mei atas surat yang dikeluarkan oleh TNI AL. Karena tidak memiliki buku pelaut," ujar Landen kepada detikSumut, Selasa (17/5/2022).


Dia menjelaskan penetapan nahkoda menjadi tersangka karena dua awak kapal kewarganegaraan Malaysia tidak memiliki Seaman Book (buku pelaut). Akan tetapi, penetapan tersebut dinilai keliru. Sebab, berdasarkan ketentuan Permenhub No KM 30 Tahun 2008 pasal 12, disebutkan pelaut wajib memiliki Kartu Identitas Pelaut (Seafere Identity Dokumen), bukan buku pelaut (Seaman Book).

"Dan ternyata kedua awak kapal berkewarganegaraan Malaysia tersebut masing-masing telah memiliki Seafere Identity Dokumen," sebutnya.

Sebelumnya, personel TNI-AL menangkap kapal MV Mathu Bhum di perairan Belawan, Medan, Sumatera Utara. Kapal itu diamankan lantaran mengangkut bahan baku minyak goreng yaitu RBD Palm Olein yang akan diekspor ke Malaysia.

"Penangkapan ini diawali dengan informasi dari intelijen pangkalan yaitu dari Lantamal 1 Belawan, yang ditindak lanjuti oleh unsur-unsur Puskamla Koarmada I ditindaklanjiti oleh unsur-unsur KRI yaitu KRI Karotang 872 di bawah kendali Puskamla Koarmada I yang dalam hal ini adalah berhasil menangkap MV Mathu Bhum berbendera Singapore," kata Pangkoarmada RI Laksdya Agung Prasetiawan di Belawan, Jumat (6/5/2022).

Agung mengatakan kapal itu diamankan saat berlayar dari Belawan menuju Port Klang, Malaysia. Kapal itu diduga mengangkut 34 kontainer berisikan RBD Palm olein.

"Pada saat itu berlayar dari Belawan menuju Port Klang Malaysia. MV Mathu Bhum itu telah membawa beberapa muatan kontainer yang di antaranya terdapat 34 kontainer berisikan RBD Palm Olein," sebut Agung.

Agung menyebutkan bahan yang diangkut oleh kapal itu merupakan jenis bahan dilarang sementara waktu untuk di ekspor. Pelarangan ekspor bahan baku minyak goreng ini dikeluarkan oleh pemerintah.

"Di mana hal tersebut merupakan bahan yang merupakan jenis dilarang sementara untuk diekspor," sebut Agung.



Simak Video "BM PAN Sumut 'Segel' Holywings, Minta Pemkot Medan Tinjau Izin "
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)