Bentrok SAD dan Perusahaan Sawit di Sarolangun, 4 Orang Terluka

Jambi

Bentrok SAD dan Perusahaan Sawit di Sarolangun, 4 Orang Terluka

Dimas Sanjaya - detikSumbagsel
Senin, 13 Apr 2026 20:01 WIB
Konflik SAD dengan perusahaan sawit di Sarolangun, Jambi, berujung pembakaran mess
Konflik SAD dengan perusahaan sawit di Sarolangun, Jambi, berujung pembakaran mess (Foto: Istimewa/tangkapan layar)
Sarolangun -

Bentrok terjadi antara orang rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) dengan perusahaan di Sarolangun, Jambi. Akibatnya, empat warga SAD dilaporkan mengalami luka-luka.

Bentrok antara warga SAD dengan sekuriti perusahaan terjadi di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Sarolangun, Minggu (12/4/2026).

Dalam video yang beredar, tampak kantor dan mess perusahaan mengalami kerusakan berupa pecahan kaca dan terjadi pembakaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah membenarkan kejadian itu. Kata dia, peristiwa terjadi setelah mediasi antara kelompok SAD dengan perusahaan. Mediasi itu sebagai tindalanjut konflik perusahaan menuduh warga SAD melakukan pencurian sawit.

"Awal, penyebabnya SAD curi sawit dimediasi kemarin siang sudah selesai mediasi, saat mau kembali bentrok lagi," kata Wendi, Senin (13/4/2026).

ADVERTISEMENT

Wendi menyampaikan bahwa konflik dipicu oleh kesalahpahaman saat warga SAD melintas di pos keamanan perusahaan sambil membawa tandan buah segar (TBS).

"Pihak sekuriti menduga buah tersebut merupakan hasil pengambilan baru, sehingga terjadi cekcok yang berujung pada keributan," ujarnya.

Selain itu, kata Wendi, sebelumnya juga terjadi permasalahan terkait rekrutmen tenaga kerja di perusahaan tersebut, yang kemudian berkembang menjadi perselisihan di lapangan. Akibat bentrok itu antara pihak sekuriti dan warga SAD mengalami luka-luka.

"SAD ada luka-luka 4 orang," jelas Wendi

Saat ini, Polres Sarolangun bergerak cepat melakukan pengamanan di lokasi kejadian serta mengevakuasi para korban guna mendapatkan penanganan medis secara maksimal. Selain itu, langkah-langkah pemulihan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) juga terus dilakukan agar kondisi tetap aman dan kondusif.

Untuk mengantisipasi eskalasi konflik, pengamanan diperkuat dengan melibatkan sebanyak 96 personel gabungan dari berbagai satuan fungsi serta penebalan 1 pleton Brimob.

Wendi menegaskan bahwa pihaknya bersama personel bantuan kendali operasi (BKO) dari Polda Jambi terus melakukan upaya preemtif dan preventif.

"Polres Sarolangun bersama BKO Polda Jambi terus melakukan langkah preemtif dan preventif, termasuk penggalangan terhadap tokoh SAD, stakeholder terkait, dan pihak perusahaan untuk mendorong penyelesaian melalui jalur mediasi serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif," ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kamtibmas di wilayahnya masing-masing dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum jelas. Mari bersama-sama kita jaga situasi Kabupaten Sarolangun agar tetap aman dan kondusif sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik," tambahnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads