Tahanan Diduga Tewas Tak Wajar, Ditjenpas Sumsel: Tunggu Hasil Autopsi

Sumatera Selatan

Tahanan Diduga Tewas Tak Wajar, Ditjenpas Sumsel: Tunggu Hasil Autopsi

Nadiya - detikSumbagsel
Rabu, 01 Apr 2026 23:40 WIB
Kakanwil Ditjenpas Erwedi Supriyatno
Foto: Kakanwil Ditjenpas Erwedi Supriyatno (Rio Roma Dhoni)
Palembang -

Ditjenpas Sumsel angkat bicara terkait adanya narapidana Lapas Narkotika Kelas IIB Serong, Sandi (29), yang diduga meninggal dalam kondisi tidak wajar. Pihak Kanwil menegaskan akan menindak tegas jika hasil autopsi membuktikan adanya kekerasan.

Kakanwil Ditjenpas Erwedi Supriyatno mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu hasil autopsi resmi dari tim dokter RS Bhayangkara. Proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

"Kami belum bisa memberikan kesimpulan karena masih menunggu hasil autopsi. Namun, kami berkomitmen bersikap transparan dan menindak tegas siapapun jika hasil autopsi menunjukkan ada kekerasan," ujarnya kepada wartawan, Rabu (1/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erwedi menegaskan, sanksi tegas akan diberlakukan baik kepada sesama narapidana maupun petugas lapas jika nantinya terbukti ada tindak pidana di dalam kasus tersebut. Khusus bagi petugas, ia tidak segan untuk memberikan sanksi pemberhentian secara tidak hormat (PTDH).

"Jika dilakukan oleh petugas, kami siap memberikan sanksi tegas mulai dari pidana hingga sanksi kepegawaian, yaitu pemberhentian secara tidak hormat," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, ia menyampaikan sudah ada 13 orang yang diperiksa terkait kasus tersebut, termasuk teman satu kamar korban, petugas keamanan dan petugas kesehatan klinik. Pihak Kanwil Ditjenpas Sumsel memastikan akan mendukung penuh proses penyelidikan agar kasus ini diusut tuntas dan transparan sesuai hukum yang berlaku.

Diberitakan sebelumnya, makam Sandi di TPU Al Jihad Palembang dibongkar polisi pada Senin (30/3) lalu. Ekshumasi dilakukan setelah pihak keluarga menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang sebelumnya dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh di kamar mandi lapas.

Dokter forensik RS Bhayangkara Moh Hasan, dokter Indra Nasution mengatakan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh baik dari bagian luar maupun dalam jenazah. Hal ini dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya tanda kekerasan.

"Karena kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan lanjut, jadi kami harus lebih teliti dalam melakukan pemeriksaan apakah ada luka atau tanda lainnya," kata Indra.

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan luka pada bagian kepala. Namun, ada temuan di bagian tubuh lainnya yang masih akan didalami lebih lanjut melalui pemeriksaan laboratorium.

"Sebelumnya sempat tertunda karena ada perbedaan pendapat. Namun akhirnya dilakukan demi mendapatkan kejelasan penyebab kematian korban," ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh Nadiya, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads