Cinta Ditolak Sebabkan Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Kenalannya

Regional

Cinta Ditolak Sebabkan Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Kenalannya

Raja Adil Siregar - detikSumbagsel
Jumat, 27 Feb 2026 11:01 WIB
ilustrasi kejahatan kriminal perampokan pembunuhan pemerkosaan pencopetan
Foto: Ilustrasi kriminal (andi saputra)
Pekanbaru -

Pelaku pembacokan terhadap mahasiswi UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, bernama Faradilla Ayu Pramesti (23), diamankan. Pelaku bernama Raihan Mufazzar (21) yang merupakan teman korban. Polisi menyebut aksi tersebut karena cinta pelaku ditolak oleh korban.

Dilansir detikSumut, video aksi pembacokan tersebut menyebar luas di media sosial. Dalam video itu, pelaku terlihat menyandera korban yang berlumuran darah. Mahasiswa yang ada di sekitar tidak berani mendekat karena pelaku memegang senjata tajam. Video lain memperlihatkan pelaku berhasil diamankan oleh petugas keamanan setelah beberapa saat. Namun korban sudah dalam kondisi berlumuran darah pakai baju putih.

Dosen UIN Suska Riau, Rony Riansyah membenarkan kejadian tersebut. Korban dibacok sekira pukul 08.00 WIB di Gedung Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kejadian itu tadi korban mau ujian akhir sekitar pukul 08.00 WIB. Saat korban bersiap ini datang pelaku langsung dikampak dan ditahan pakai tangan, jadi tangan korban luka," kata Rony Riansyah.

Dia menduga pelaku sudah merencanakan aksinya tersebut. Sebab, secara spontan pelaku langsung melayangkan senjata tajam ke arah korban Faradilla Ayu Pramesti yang sedang menunggu jadwal untuk sidang akhir.

ADVERTISEMENT

"Jadi saat bertemu ini memang sepertinya sudah direncanakan karena saat bertemu itu sudah ada parang. Pelaku diamankan sama petugas keamanan dan diserahkan ke kepolisian," kata Roni.

Rony menerangkan pelaku mengungkap pelaku bernama Raihan Mufazzar telah diamankan ke Polsek Bina Widya. Sebelumnya pelaku terlebih dahulu diamankan petugas keamanan kampus.

"Saat diinterogasi petugas keamanan kita pelaku hanya mengaku dari Bangkinang. Nama Raihan Mufazzar," kata Rony.

Dia menyebut pelaku sempat menahan korban sesaat usai melakukan aksi brutalnya. Namun tak lama berhasil dibekuk oleh petugas keamanan kampus.

Selain mengaku berasal dari Bangkinang, Rony menyebut pelaku dan korban saling kenal. Namun apakah pelaku juga mahasiswa UIN masih didalami.

"Sementara pelaku dan korban ini saling kenal, apakah seperti informasi yang beredar (pacaran) atau bukan belum bisa dipastikan. Tetapi yang jelas saling kenal dan apakah mahasiswa UIN juga masih kami cari data lengkapnya," kata Rony.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian mengatakan korban dan pelaku sama-sama terdaftar sebagai mahasiswa UIN Suska Riau. Pelaku datang dengan membawa 2 senjata tajam.

"Pelaku dan korban sama-sama mahasiswa UIN Suska Riau ini. Sejauh ini yang dapat kami sampaikan pelaku datang membawa kampak dan parang," kata Anggi.
Aksi nekat pelaku, kata dia, dilatarbelakangi soal asmara. Menurutnya, cinta pelaku ditolak oleh korban.

"Antara korban dan pelaku ini mereka saling mengenal. Jadi pelaku ini dengan sengaja sudah punya niat mau menganiaya korban," ujar AKP Anggi Rian.

Pelaku lalu sengaja datang dari rumahnya menuju kampus untuk menemui korban. Saat bertemu pelaku langsung membacok korban yang sedang menunggu jam sidang akhir. Dalam aksinya, pelaku bahkan menargetkan untuk menghabisi nyawa korban. Beruntung korban cepat terselamatkan dan pelaku ditangkap.

Sedangkan untuk motif, pelaku tak terima cintanya ditolak korban. "Motif sementara ini karena cinta ditolak ya. Jadi pelaku sengaja datang dari rumah mau menarget korban, makanya bawa kampak dan parang. Tapi baru kampak yang pelaku gunakan," kata Anggi Rian.

Akibat penganiayaan, korban mengalami luka pada bagian kepala dan tangan. Ini yang mengakibatkan darah berlumuran di lantai dan seluruh tubuhnya saat dievakuasi petugas keamanan kampus.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads