Cinta Ditolak Bikin Mahasiswa UIN Suska Riau Bacok Teman yang Mau Sidang

Round Up

Cinta Ditolak Bikin Mahasiswa UIN Suska Riau Bacok Teman yang Mau Sidang

Tim detikSumut - detikSumut
Jumat, 27 Feb 2026 08:30 WIB
Close up of Hand with knife following young terrified man ,Bandit is holding a knife in hand. Threat Concept
Foto: Getty Images/iStockphoto/chingyunsong
Pekanbaru -

Mahasiswa UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Raihan Mufazzar (21), membacok temannya Faradilla Ayu Pramesti (23) yang akan mengikuti sidang akhir. Raihan nekat melakukan aksinya karena tak terima Ayu Pramesti menolak cintanya.

Dari video yang diterima detikSumut Kamis (26/2/2026) pelaku terlihat menyandera korban yang berlumuran darah. Mahasiswa yang ada di sekitar tidak berani mendekat karena pelaku memegang senjata tajam.

Video lain memperlihatkan pelaku berhasil diamankan oleh petugas keamanan setelah beberapa saat. Namun korban sudah dalam kondisi berlumuran darah pakai baju putih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dosen UIN Suska Riau, Rony Riansyah membenarkan kejadian tersebut. Korban dibacok sekira pukul 08.00 WIB di Gedung Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum.

"Kejadian itu tadi korban mau ujian akhir sekitar pukul 08.00 WIB. Saat korban bersiap ini datang pelaku langsung dikampak dan ditahan pakai tangan, jadi tangan korban luka," kata Rony Riansyah.

ADVERTISEMENT

Roni menduga pelaku sudah merencanakan aksinya tersebut. Sebab, secara spontan pelaku langsung melayangkan senjata tajam ke arah korban Faradilla Ayu Pramesti yang sedang menunggu jadwal untuk sidang akhir.

"Jadi saat bertemu ini memang sepertinya sudah direncanakan karena saat bertemu itu sudah ada parang. Pelaku diamankan sama petugas keamanan dan diserahkan ke kepolisian," kata Roni.

Pelaku Ditangkap Petugas Keamanan Kampus

Rony Riansyah menyebut pelaku mengungkap pelaku bernama Raihan Mufazzar telah diamankan ke Polsek Bina Widya. Sebelumnya pelaku terlebih dahulu diamankan petugas keamanan kampus.

"Saat diinterogasi petugas keamanan kita pelaku hanya mengaku dari Bangkinang. Nama Raihan Mufazzar," kata Rony.

Rony mengungkap pelaku sempat menahan korban sesaat usai melakukan aksi brutalnya. Namun tak lama berhasil dibekuk oleh petugas keamanan kampus.

Selain mengaku berasal dari Bangkinang, Rony menyebut pelaku dan korban saling kenal. Namun apakah pelaku juga mahasiswa UIN masih didalami.

"Sementara pelaku dan korban ini saling kenal, apakah seperti informasi yang beredar (pacaran) atau bukan belum bisa dipastikan. Tetapi yang jelas saling kenal dan apakah mahasiswa UIN juga masih kami cari data lengkapnya," kata Rony.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian mengatakan korban dan pelaku sama-sama terdaftar sebagai mahasiswa UIN Suska Riau. Pelaku datang dengan membawa 2 senjata tajam.

"Pelaku dan korban sama-sama mahasiswa UIN Suska Riau ini. Sejauh ini yang dapat kami sampaikan pelaku datang membawa kampak dan parang," kata Anggi.
Aksi nekat pelaku, kata dia, dilatarbelakangi soal asmara. Menurutnya, cinta pelaku ditolak oleh korban.

"Antara korban dan pelaku ini mereka saling mengenal. Jadi pelaku ini dengan sengaja sudah punya niat mau menganiaya korban," ujar AKP Anggi Rian.

Pelaku lalu sengaja datang dari rumahnya menuju kampus untuk menemui korban. Saat bertemu pelaku langsung membacok korban yang sedang menunggu jam sidang akhir.

Dalam aksinya, pelaku bahkan menargetkan untuk menghabisi nyawa korban. Beruntung korban cepat terselamatkan dan pelaku ditangkap.

Sedangkan untuk motif, hasil pemeriksaan di Mapolsek Bina Widya terungkap aksi itu dilakukan karena asmara. Pelaku tak terima cintanya ditolak korban.

"Motif sementara ini karena cinta ditolak ya. Jadi pelaku sengaja datang dari rumah mau menarget korban, makanya bawa kampak dan parang. Tapi baru kampak yang pelaku gunakan," kata Anggi Rian.

Akibat penganiayaan, korban mengalami luka pada bagian kepala dan tangan. Ini yang mengakibatkan darah berlumuran di lantai dan seluruh tubuhnya saat dievakuasi petugas keamanan kampus.

Selain pemeriksaan intensif pelaku, polisi juga berencana melakukan tes urine. Termasuk membawa pelaku ke psikiater rumah sakit jiwa untuk memastikan terkait kejiwaan pelaku yang nekat menganiaya korban.

"Saat ini kami sedang pemeriksaan. Namun rencana juga mau dibawa ke psikiater dan tes urine untuk memastikan psikis pelaku," katanya.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Pria di Makassar Siram Air Keras ke Mantan Pacar gegara Ditolak Balikan"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads