Pria Ini Dibakar Ibunya gegara Enggan Bangun Cari Rumput Pakan Sapi

Regional

Pria Ini Dibakar Ibunya gegara Enggan Bangun Cari Rumput Pakan Sapi

Tim detikBali - detikSumbagsel
Senin, 23 Feb 2026 16:41 WIB
ilustrasi api, ilustrasi kebakaran
Foto: Ilustrasi api (Getty Images/iStockphoto/OlgaMiltsova)
Sumbawa -

Pria di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) berinisial MI (25) tewas diduga dibakar ibu kandungnya, Sa'adiah (49).

Dilansir detikBali, peristiwa itu terjadi di Desa Sepakat, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, pada Minggu (22/2/2026). Peristiwa itu terjadi saat korban sedang tidur di rumah mereka.

"Benar. Kalau tidak salah kejadiannya sekitar pukul 12.00 Wita tadi," ungkap Camat Plampang, Sudarli, Minggu (22/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Kasi Humas Polres Sumbawa, Ipda Mulyawansyah mengatakan dugaan penganiayaan itu bermula ketika SA membangunkan MI yang tengah tidur di kasur belakang rumah. SA meminta anaknya mencari rumput pakan sapi, namun MI menolak hingga keduanya terlibat cekcok.

"Saat cekcok, SA mengambil satu botol Pertalite yang dijual di rumah mereka, lalu menyiramkam ke tubuh MI," ungkap Mulyawansyah.

ADVERTISEMENT

"Korban inisial MI dibakar oleh ibu kandungnya inisial SA menggunakan bahan bakar minyak jenis Pertalite yang disulut menggunakan korek api," kata Mulyawansyah.

Korban saat itu terbangun dan sempat berupaya keras membersihkan tubuhnya dari Pertalite. Namun, pelaku diduga melemparkan korek api ke arah korban hingga api menyambar dan membakar sekujur tubuhnya.

"Saat itu, korban berteriak meminta bantuan kepada adik kandungnya bernama Iksan untuk memadamkan api dengan air," jelasnya.

Usai kejadian tersebut, pelaku dilaporkan histeris dan masuk ke dalam rumah. Tak lama berselang, ia jatuh pingsan. Aparat Polsek Plampang yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi. Korban dan terduga pelaku kemudian dibawa ke Puskesmas Plampang.

"Selain itu, juga membawa SA yang tak sadarkan diri (pingsan) ke Puskesmas Plampang," ujar Mulyawansyah.

Korban sempat mendapat penanganan medis di Puskesmas Plampang sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Manambai Abdulkadir (RSMA) Sumbawa. MI mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya. Sementara itu, SA masih dalam kondisi tidak sadarkan diri di Puskesmas Plampang.

"Sudah dilakukan tindakan medis. Kasusnya juga akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku," imbuhnya.

Mulyawansyah menyebut motif sementara diduga karena SA tersulut emosi lantaran MI enggan bangun untuk mencari rumput pakan sapi.

"Sesuai identitas, SA dan MI berasal dari Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Mereka berdomisili dan tinggal di Kecamatan Plampang sebagai petani bawang merah," pungkasnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads