Menjelang Hari Raya Idulfitri, permintaan pempek di Kota Palembang mulai mengalami peningkatan. Permintaan dari luar kota pun sudah ramai masuk ke kedai pempek yang ada di Sentra Kampung Pempek 26 Ilir Palembang.
Salah satu pelaku usaha Pempek Cek Ida 26, Cek Juro, mengungkapkan bahwa pesanan yang diterimanya tidak hanya datang dari masyarakat lokal, tetapi juga dari berbagai daerah di luar kota.
"Kalau seminggu lagi mendekati Lebaran, pesanan biasanya meningkat. Sekarang saja sudah mulai banyak pesanan dari luar kota seperti Bandung, Jambi, Bogor, bahkan Jabodetabek," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain dari luar provinsi, pesanan juga datang dari sejumlah daerah di Sumatera Selatan seperti Pagar Alam, Lahat, Lubuklinggau, hingga Baturaja. Banyak pelanggan mulai memesan pempek lebih awal untuk dijadikan stok menjelang Lebaran.
Menurutnya, harga pempek juga mengalami kenaikan secara bertahap menjelang hari raya. Saat ini harga pempek kecil yang dijual satuan masih sekitar Rp 1.200. Namun harga tersebut diperkirakan akan naik dalam waktu dekat.
"Sekarang masih Rp 1.200 kalau beli lepas. Tapi mulai tanggal 14 Maret biasanya naik menjadi Rp 1.500. Kalau sudah mendekati Lebaran, H-1 bisa sampai Rp 2.000," kata Cek Juro.
Cek Juro menyebut pemesanan pempek saat ini dapat dilakukan melalui berbagai platform media sosial, seperti WhatsApp, Instagram, TikTok, hingga Facebook. Promosi dari mulut ke mulut juga menjadi salah satu cara efektif dalam menarik pelanggan.
"Pemesanan bisa lewat WhatsApp, Instagram, TikTok, atau Facebook. Banyak juga pelanggan yang datang karena rekomendasi dari teman atau pelanggan lama," ujarnya.
Pengiriman pempek juga melayani berbagai daerah di luar Palembang, termasuk wilayah Jabodetabek. Namun saat ini waktu pengiriman sedikit lebih lama karena tingginya aktivitas di pelabuhan.
"Biasanya ke Jakarta satu hari sudah sampai, tapi sekarang bisa dua hari karena pelabuhan lagi penuh," jelas Cek Juro.
Menurut Cek Juro, kemungkinan kenaikan harga pempek menjelang Lebaran juga dipengaruhi oleh meningkatnya harga bahan baku produksi. Beberapa bahan utama seperti ikan, sagu, dan gula merah mengalami kenaikan harga karena tingginya permintaan.
"Faktor utamanya biasanya stok ikan yang terbatas karena banyak aktivitas mudik nelayan, kemudian sagu dan gula merah juga ikut naik," katanya.
Ia menambahkan bahwa produsen biasanya harus menyimpan stok bahan baku dalam jumlah besar sebelum Lebaran karena beberapa pemasok tutup selama libur hari raya.
Untuk pilihan menu, berbagai jenis pempek tersedia dengan harga yang bervariasi. Pempek kecil seperti lenjer kecil dan pempek kulit dijual sekitar Rp 1.200 per buah, sementara pempek kapal selam dibanderol sekitar Rp 12.000. Adapun pempek lenggang dijual sekitar Rp 15.000 dan otak-otak atau pempek panggang sekitar Rp 3.000.
Dengan meningkatnya permintaan menjelang Idulfitri, para pelaku usaha pempek berharap penjualan tahun ini dapat terus meningkat seiring tingginya minat masyarakat terhadap kuliner khas Palembang tersebut.
Salah satu pelanggan, Iki, mengaku sengaja memesan pempek lebih cepat agar tidak kehabisan menjelang hari raya. Menurutnya, permintaan pempek biasanya meningkat drastis saat Lebaran semakin dekat, sehingga akan sulit memesan dan mendapatkan pempek nantinya.
"Saya pesan sekarang karena takut nanti dekat Lebaran bakal susah pesan pempeknya. Kalau buat sendiri juga takut tidak sesuai rasanya, jadi lebih aman pesan dari sekarang untuk stok Lebaran," ujarnya.
Artikel ini ditulis oleh Muhammad Alyuda Tri Utama peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(dai/dai)











































