Jumlah hotspot di Sumatera Selatan (Sumsel), tercatat 823 titik. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, masih terpantau tinggi dengan mencapai 751 titik di tengah penurunan hotspot di wilayah lain pada Sabtu (25/10/2026).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 652 titik terdeteksi berada di lahan gambut, sedangkan 99 titik lainnya berada di lahan mineral. Sementara se-Sumsel tercatat sebanyak 823 titik. Data itu berdasarkan catatan yang ada di aplikasi Sipongi
"Jumlah hotspot di OKI tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Sumsel. Secara keseluruhan, total hotspot yang terpantau di Sumsel mencapai 823 titik, terdiri dari 690 titik di lahan gambut dan 133 titik di lahan mineral," ujar Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman, Minggu (25/10/2026).
Sudirman menyebut penurunan jumlah hotspot di sejumlah wilayah Sumsel dipengaruhi oleh hujan yang mulai mengguyur sebagian daerah di Sumsel.
Salah satu wilayah yang mengalami penurunan hotspot yakni Musi Banyuasin (Muba). Daerah yang sebelumnya terpantau memiliki hotspot tertinggi kedua itu kini tercatat hanya memiliki 11 titik, dengan rincian tujuh titik di lahan gambut dan empat titik di lahan mineral.
Sementara itu, Banyuasin terpantau memiliki 43 titik hotspot. Sebanyak 31 titik berada di lahan gambut dan 12 titik lainnya berada di lahan mineral.
"Meski sejumlah wilayah mengalami penurunan hotspot, OKI masih menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak di Sumsel," katanya.
Sementara sepanjang 1-24 Oktober 2026, jumlah hotspot yang tercatat sebanyak 42.735 titik. OKI terbanyak dengan 25.510 titik, disusul Muba 6.468 titik, Banyuasin 5.335 titik, dan Muara Enim 1.776 titik. Sementara wilayah lain di kisaran puluhan hingga ratusan titik.
Sedangkan untuk periode Januari-24 Oktober 2026, hotspot yang tercatat sebanyak 91.842 titik. Sebaran angka terbanyak juga sama, yakni tertinggi di OKI 42.456 titik, Myba 14.392 titik, Banyuasin 12.723 titik, dan Muara Enim 7.101.
Simak Video "Video: Di COP30, Indonesia-Kongo Ajak Semua Negara Kelola Lahan Gambut"
(csb/csb)