Layanan pemulihan pernapasan bagi masyarakat terdampak infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), tersedia di beberapa puskesmas di Palembang, Sumatera Selatan. Salah satunya Ruang Aman Asap yang disediakan gratis lengkap dengan terapi oksigen di Puskesmas Sabokingking Palembang.
Kepala Puskesmas Sabokingking drg Kiki Ayu Marlina mengatakan fasilitas khusus ini bertujuan untuk mengurangi dampak buruk paparan kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.
Fasilitas tersebut, kata dia, disiagakan sejak sepekan terakhir untuk warga Palembang, khususnya kelompok balita dan lansia yang memgeluhkan dampak asap.
"Masyarakat yang memerlukan istirahat, sambil berobat karena sesak, bisa beristirahat di ruang aman asap untuk mengurangi dampak kabut asap ini," ujarnya, Jumat (23/10/2026).
Kata Kiki, fasilitas medis yang disiagakan di tempat itu meliputi tabung oksigen, nebulizer, air purifier penyerap partikel asap, humidifier pengatur kelembapan udara, hingga oksigen kaleng sekali pakai. Faskes yang disediakan itu cukup banyak didatangi warga. Sebagian besar adalaj balita, anak usia sekolah, dan lansia.
"Yang masuk ruang asap rata-rata anak-anak balita, anak usia sekolah, dan lansia," terangnya.
Dia menyebut, warga yang mengeluhkan gangguan pernapasan bisa memanfaatkan fasilitas terapi oksigen di ruangan tersebut hingga kondisi fisik stabil dan membaik.
"Kalau merasa lumayan enak dan tidak terlalu sesak, mereka bisa pulang," ungkapnya.
Menurutnya, fungsi utama ruangan tersebut untuk penanganan dampak awal paparan asap, bukan sebagai ruang tindakan medis darurat berat. Meski begitu, pihak puskesmas tetap menyiagakan prosedur rujukan cepat ke rumah sakit terdekat apabila kondisi pasien tak membaik.
"Dalam sehari, rata-rata ada 15-17 orang yang mendatangi Ruang Aman Asap ini. Layanan ini tidak dipungut biaya sama sekali, gratis untuk masyarakat," katanya.
Berdasarkan data medis di puskesmas, sebagian besar penderita ISPA harian didominasi kelompok masyarakat usia produktif yang rutin beraktivitas di luar ruangan.
"Secara data, yang banyak datang ke puskesmas masih usia produktif, mereka yang bekerja," katanya.
Rata-rata harian, jumlah kunjungan di Puskesmas Sabokingking mencapai 15-17 pasien per hari. Hingga 21 Oktober, angka bulanan kasus ISPA sebanyak 278 kasus. Puncaknya terjadi pada September di angka 470-an kasus.
Salah seorang ibu pasien bernama Sofie mengatakan membawa anaknya ke faskes itu untuk berobat karena memgeluhkan sesak dan batuk akibat kondisi udara yang pekat.
"Sudah dua hari ini anak saya mengalami sesak napas dan kebetulan memang ada riwayat asma. Hari ini saya bawa ke sini untuk berobat," ungkapnya.
Simak Video "Video: Penanganan dan Pencegahan Kasus ISPA Karena Karhutla"
(csb/csb)