Kualitas udara Palembang, yang sempat mengalami perbaikan karena aktivitas operasi modifikasi cuaca (OMC) dry ice, kembali memburuk pada Minggu (18/10/2026) dini hari hingga pagi ini. Tingkat PM2.5 tercatat pada level sangat tidak sehat hingga berbahaya yakni merah dan hitam).
"Tercatat di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang kategorinya hitam dan merah sejak pukul 00.00 WIB hingga 09.00 WIB. Masyarakat tetap diimbau waspada dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis, Minggu (18/10/2026).
Kategori berbahaya terjadi sejak pukul 00.00 WIB dengan nilai PM2.5 sebesar 431,7 µg/m³. Angkanya semakin meningkat pada pukul 01.00 WIB-02.00 WIB, dengan nilai PM2.5 sebesar 584,8 µg/m³ dan 627,8 µg/m³ secara berurutan.
"Pukul 02.00 WIB tercatat paling tinggi nilai PM2.5-nya, sebesar 627,8 µg/m³," katanya.
Pukul 03.00 WIB, angkanya turun menjadi 525,8 µg/m³ dan 472,4 µg/m³ pada pukul 04.00 WIB. Pada pukul 05.00 WIB, kategori udara sempat turun menjadi merah dengan 220,1 627,8 µg/m³, namun angkanya kembal hitam setelahnya sebesar 385 627,8 µg/m³ dan 445 627,8 µg/m³.
"Pukul 08.00 WIB tadi kembali menunjukkan perbaikan dengan kategori merah dengan nilai 187,4 µg/m³," tambahnya.
Diketahui, kategori merah berada pada angka PM2.5 kisaran 150,5-250,4 µg/m³. Kategori ini dinilai sebagai sangat tidak sehat. Sedangkan kategori merah ataua berbahaya berada di atas angka 250,5 µg/m³.
"Untuk rata-rata harian PM2.5 dalam 24 jam terakhir berada pada angka 248,8," jelasnya.
Menurutnya, kebakaran yang masih terjadi di beberapa wilayah menjadi penyebab udara belum membaik, meskipun sudah dilakukan upaya OMC dry ice.
"Kita berharap dengan adanya dry ice ini bisa membuat udara Palembang membaik," tambahnya.
Simak Video "Kemendagri Beri Apresiasi Pemerintah Daerah Wilayah Sumatera"
(csb/csb)