Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mendominasi penyakit yang tercatat di Kabupaten Muaro Jambi. Dinas Kesehatan setempat mencatat 3.836 kasus selama periode 10 Agustus hingga 5 Oktober 2026, di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla.
"ISPA menjadi kasus yang paling banyak kita temukan. Ini tentu menjadi perhatian kita, terutama dalam kondisi kemarau dan adanya potensi paparan asap akibat karhutla," kata Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno (BBS) kepada detikSumbagsel, Sabtu (10/10/2026).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Muaro Jambi melalui Program Surveilans Penyakit Bidang P2P, total terdapat 4.315 kasus penyakit selama periode pemantauan. Selain ISPA, tercatat 383 kasus diare dan 96 kasus konjungtivitis atau peradangan pada mata.
Menurut BBS, sejak tiga pekan terakhir kualitas udara di Kabupaten Muaro Jambi terus memburuk, mulai dari tidak sehat, sangat tidak sehat hingga di level berbahaya. Meski kasus ISPA mendominasi, namun kata BBS jika peningkatan ISPA dan penyakit lainnya tidak diserta merta dari Karhutla.
"Peningkatan kasus semua penyakit ini, bukan karena Karhutla ya, tapi selama periode karhutla, memang untuk ISPA ada peningkatan," ujar BBS.
BBS juga menyebut, bahwa kasus ISPA ini semua tercatat di setiap puskesmas, terutama Puskesmas Simpang Sungai Duren mencatat angka tertinggi, yakni 539 kasus. Berikutnya, Puskesmas Penyengat Olak mencatat 431 kasus, Puskesmas Tanjung 323 kasus, Puskesmas Sengeti 314 kasus, dan Puskesmas Kebon IX sebanyak 244 kasus.
"Masyarakat sangat disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan memperbanyak konsumsi air putih untuk mengurangi iritasi tenggorokan," terangnya.
"Jika ada keluhan seperti batuk, pilek, sesak napas, atau iritasi mata, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan menunggu sampai parah," lanjut dia.
BBS juga sebelumnya menyampaikan bahwa perlindungan kelompok rentan menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah kualitas udara yang memburuk.
"Kondisi udara seperti ini harus kita sikapi dengan langkah perlindungan yang tepat, terutama bagi kelompok yang lebih rentan. Namun pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan," sebut dia.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kabut asap pekat. Jika harus beraktivitas di luar, warga dapat menggunakan masker respirator seperti N95 atau KN95, serta menutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah.
Warga yang mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, mata merah, atau keluhan lainnya diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian khusus selama kualitas udara belum membaik.
"Warga yang mengalami batuk, sesak napas, atau mata merah segera periksa ke fasilitas kesehatan. Anak-anak, lansia, dan ibu hamil juga perlu mendapat perhatian khusus selama kualitas udara belum membaik," tutupnya.
Simak Video "Video: Karhutla Meluas, Kasus ISPA di Palangka Raya Sentuh Rekor Tertinggi di Kalteng"
(dai/dai)