Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam kesehatan warga Kalimantan Tengah, termasuk Kota Palangka Raya. Sebanyak 11 puskesmas disiapkan dengan pelayanan ruang oksigen untuk mengantisipasi meningkatnya gangguan pernapasan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan penyediaan fasilitas oksigen tersebut merupakan bagian dari langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama musim karhutla.
"Jika merasa batuk, pilek, sesak napas dan sakit tenggorokan silakan mendatangi tempat pelayanan kami," kata Riduan, Sabtu (22/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah ini menjadi semakin penting seiring tingginya kasus ISPA yang tercatat di Palangka Raya. Sepanjang Juli 2026, Dinas Kesehatan mencatat 2.293 kasus ISPA. Sementara itu, hanya dalam periode 1 hingga 18 Agustus 2026, jumlah kasus telah mencapai 1.753 kasus.
"Kasus ISPA sudah ribuan. Kami selalu update setiap hari," ujarnya.
Riduan mengatakan adapun sebelas puskesmas yang disiapkan untuk mendukung pelayanan oksigen tersebut tersebar di sejumlah wilayah Palangka Raya, yakni:
- Puskesmas Menteng
- Puskesmas Pahandut
- Puskesmas Bukit Hindu
- Puskesmas Jekan Raya
- Puskesmas Panarung
- Puskesmas Marina Permai
- Puskesmas Kereng Bangkirai
- Puskesmas Kalampangan
- Puskesmas Tangkiling
- Puskesmas Rakumpit
- Puskesmas Kayon
"Selain 11 puskesmas tersebut, Palangka Raya juga memiliki 33 puskesmas pembantu (pustu) yang tersebar di 30 kelurahan. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan ketika mengalami keluhan," katanya.
Sementara itu Juru Bicara Pemko Palangka Raya, Jesica Maria Fernanda, mengatakan kesiapan fasilitas kesehatan menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam menghadapi dampak karhutla terhadap kesehatan warga.
"Pemko sudah mempersiapkan fasilitas pelayanan oksigen di puskesmas sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan gangguan pernapasan. Kami ingin pelayanan kesehatan tetap siap dan masyarakat mendapatkan penanganan dengan cepat," ujarnya.
Selain itu, Pemko Palangka Raya mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu kondisi memburuk ketika mulai merasakan gejala gangguan pernapasan. Jika alami gejala seperti batuk, pilek, sesak napas, hingga sakit tenggorokan, warga diminta segera diperiksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan.
"Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Penggunaan masker saat harus beraktivitas di luar rumah juga dianjurkan sebagai upaya mengurangi paparan asap," katanya.
