Sejumlah mahasiswa dari berbagai himpunan daerah di Sumatera Selatan, menggelar aksi menuntut pemerintah segera menuntaskan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mereka meminta helikopter water bombing dimaksimalkan untuk penanganan karhutla.
Aksi tersebut diikuti Ikatan Mahasiswa OKI (IMOKI), Himpunan Mahasiswa Banyuasin (Himba), Ikatan Mahasiswa Musi Banyuasin, mahasiswa Empat Lawang, dan Himpunan Mahasiswa Muara Enim.
Perwakilan dari Gerakan Pemuda Mahasiswa Sumsel Andileo mengatakan pihaknya meminta sedikitnya 10 helikopter dikerahkan untuk menangani karhutla di Sumsel. Menurutnya, jumlah helikopter yang ada saat ini masih perlu ditambah.
"Yang diminta 10 helikopter water bombing turun," ujar Andileo, Kamis (8/10/2026).
Mereka juga meminta agar pengerahan helikopter diprioritaskan ke wilayah OKI, yang menjadi salah satu daerah paling terdampak karhutla. Mereka mendorong pemerintah untuk segera berkoordinasi dengan perusahaan agar jumlah helikopter yang beroperasi dapat ditambah.
"Kami minta minimal 10 helikopter yang terbang besok," katanya.
Dalam aksi itu, massa juga meminta pihak terkait untuk melakukan penanganan karhutla secara tepat. Imbas karhutla disebut sudah membuat kesehatan masyarakat terganggu. Bahkan, diduga telah mengakibatkan korban jiwa.
Beberapa aksi yang dilakukan oleh berbagai pihak, juga masih terlihat di Kantor Gubernur Sumsel. Terpantau hingga pukul 18.30 WIB juga masih terlihat aksi massa.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Sumsel Apriyadi mengatakan kesanggupan untuk menerbangkan helikopter untuk pemadaman api.
"Besok kita akan menerbangkan 8 helikopter, 4 dari pemprov dan 4 helikopter milik perusahaan," ujarnya.
"Semua akan dilakukan secara live masing-masing helikopter akan melaporkan prosesnya besok," tukasnya.
Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"
(rep/rep)