Kualitas udara di Palembang masih buruk atau berada di level berbahaya, Kamis (8/10/2026). Angka PM2.5 sempat tercatat tinggi yakni 743,4 µg/m³.
Berdasarkan pemantauan di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang dan Stasiun PM2.5 Talang Betutu milik BMKG, kualitas udara tercatat berada di level berbahaya sejak dini hari hingga pagi.
"Kualitas udara masih dalam kategori berbahaya. Di Stasiun PM2.5 Musi 2 mencatat 721,3 µg/m³ pada pukul 04.00 WIB. Sedangkan di PM2.5 Talang Betutu mencatat 743,4 µg/m³ pada pukul 06.00 WIB," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis.
Dari data pemantauan di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang pada pukul 02.00 WIB angka PM2.5 di angka 375,5 µg/m³, kemudian angka tersebut terus meningkat setiap jamnya, hingga pada pukul 04.00 WIB berada diangka 721,3 µg/m³.
Setelah mencapai angka tertingginya, angkanya mulai berangsung menurun, pada 08.00 WIB diangka 489,5 µg/m³ dan pada pukul 09.00 WIB berada di level sangat tidak sehat atau merah di angka 157,7 µg/m³.
Sementara itu di Stasiun PM2.5 Talang Betutu angka PM.25 tertinggi tercatat pada pukul 06.00 WIB di angka 743,4 µg/m³ dan mengalami penurunan hingga pada pukul 09.00 WIB berada di level kuning atau tidak sehat di angka 128,8-258,7 µg/m³.
"PM2.5 tercatat berada di level berbahaya atau hitam sejak dini hari hingga pagi hari. Namun di pagi hari angka PM.25 mulai berangsung menurun," ujarnya.
Kondisi kabut asap ini disebabkan adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah Sumsel.
"Masyarakat yang berada di wilayah dengan konsentrasi PM2.5 tinggi disarankan mengurangi aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus beraktivitas di luar," imbaunya.
Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"
(rep/rep)