Jumlah titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan (Sumsel) menembus 3.762 titik berdasarkan data Sipongi. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi jumlah hotspot harian di Sumsel sepanjang 2026, dan daerah OKI menjadi yang terbanyak dengan 2.197 titik.
Kabid Penangaam Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan jumlah hotspot harian tertinggi sebelumnya tercatat hanya 3.059 titik pada 1 Oktober 2026.
"Kemarin (6/10), total hotspot yang terdeteksi sebanyak 3.762 titik. Jumlah itu tertinggi sepanjang tahun ini," ujar Sudirma, Rabu (7/10/2026).
Dari jumlah itu, sebanyak 2.805 titik terpantau berada di lahan gambut, sedangkan 957 titik di lahan mineral. Wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, mencapai 2.197 titik.
"Rinciannya, 1.786 titik berada di lahan gambut dan 411 titik di lahan mineral," katanya.
Selanjutnya, wilayah Musi Banyuasin (Muba) mencatat hotspot 860 titik, terdiri dari 654 titik di lahan gambut dan 206 titik di lahan mineral. Banyuasin mencatat 294 titik, dengan 216 titik terdeteksi di lahan gambut dan 78 titik di lahan mineral.
Sementara itu, wilayah Muara Enim tercatat memiliki 190 titik panas, terdiri dari 149 titik di lahan gambut dan 41 titik di lahan mineral.
"Empat daerah itu yang tercatat tinggi, di kisaran ratusan hingga ribuan titik. Sementara daerah lain hanya berkisar puluhan titik," jelasnya.
Menurutnya, tingginya jumlah hotspot tersebut menjadi perhatian, terutama karena sebagian besar titik panas terdeteksi di wilayah lahan gambut.
Selain mencatat rekor harian, akumulasi hotspot pada awal Oktober juga cukup tinggi. Berdasarkan data Sipongi, sepanjang 1-6 Oktober 2026 tercatat sebanyak 15.775 titik panas di Sumatera Selatan.
Jumlah tersebut hampir setengah dari total hotspot yang tercatat sepanjang September 2026. Pada September, akumulasi hotspot di Sumsel mencapai 32.789 titik.
"Tingginya hotspot tersebut menunjukkan masih tingginya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel," ungkapnya.
Simak Video "Video: Di COP30, Indonesia-Kongo Ajak Semua Negara Kelola Lahan Gambut"
(csb/csb)