Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Palembang, Sumatera Selatan, melonjak hingga 17.434 kasus pada September 2026. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang tahun ini, di tengah kondisi kabut asap yang semakin pekat.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan jumlah kasus ISPA pada September meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Menurutnya, kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut menjadi perhatian pemerintah.
"September ini kasus ISPA 17.434 kasus menjadi yang terparah dibandingkan bulan Agustus lalu," kata Ratu Dewa, Sabtu (3/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data tersebut, kasus ISPA pada September meningkat 2.414 kasus dibandingkan Agustus yang tercatat sebanyak 15.020 kasus. Kenaikannya mencapai sekitar 16,07 persen dalam satu bulan.
Jumlah itu juga melampaui catatan tertinggi sebelumnya pada Februari 2026. Saat itu, kasus ISPA di Palembang mencapai 15.858 kasus atau masih 1.576 kasus lebih rendah dibandingkan September.
Ratu Dewa mengatakan kasus ISPA terjadi pada berbagai kelompok usia, mulai dari balita, orang dewasa hingga lansia. Pemerintah Kota Palembang pun meningkatkan kesiapsiagaan pelayanan kesehatan untuk menghadapi dampak kabut asap.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palembang per 30 September 2026, terdapat 48 pasien ISPA yang mendapatkan perawatan di lima rumah sakit. Sebanyak 32 pasien menjalani rawat jalan, sedangkan 16 pasien harus menjalani rawat inap.
RSUP Dr Mohammad Hoesin menjadi rumah sakit dengan jumlah penanganan terbanyak, yakni 21 kasus. Kemudian RS Bhayangkara 10 kasus, RSU Pelabuhan 9 kasus, RSU Bunda 5 kasus, dan RSU Gandus 3 kasus.
"Kami mengunjungi RS Charitas pada Jumat (2/10/2026), berdasarkan data dinkes yang banyak menangani ISPA anak-anak di rumah sakit ini," ujarnya.
Selain rumah sakit, Ratu Dewa meminta puskesmas meningkatkan kesiapsiagaan dengan membuka layanan selama 24 jam. Langkah itu dilakukan agar warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat kondisi udara dapat segera mendapat penanganan.
Kesiapsiagaan tersebut terutama diminta di lima kecamatan yang dinilai berpotensi terdampak karhutla, yakni Sematang Borang, Kalidoni, Alang-Alang Lebar, Kertapati, dan Ilir Barat I.
"Puskesmas harus buka 24 jam, sehingga kalau ada terdampak ISPA langsung bisa ditindaklanjuti. Di samping rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta untuk selalu standby," katanya.
Sementara itu, kualitas udara Palembang berdasarkan laporan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) BPBD Sumsel berada dalam kategori berbahaya. Konsentrasi PM2,5 tercatat mencapai 494.
Kondisi kabut asap disebut semakin terasa terutama pada pagi hingga menjelang malam hari. Situasi tersebut menjadi perhatian karena terjadi bersamaan dengan lonjakan kasus ISPA di Palembang pada September.
