Sumatera Selatan

ISPA Sumsel Tembus 40.555 Kasus, Palembang Catat Angka Tertinggi

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Minggu, 04 Okt 2026 11:00 WIB
Ilustrasi ISPA pada Anak (Foto: iStock)
Palembang -

Dinas Kesehatan Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada September sebanyak 40.555 kasus. Penderita terbanyak di Palembang yang mencapai 10.965 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel Ira Primadesa mengatakan jumlah itu mengalami penurunan dibandingkan Agustus yang mencapai 47.020 kasus. Namun, laporan yang masuk pada September masih bersifat sementara.

"Jumlah penderita ISPA pada September sementara ini sebanyak 40.555 kasus. Terbanyak di Palembang 10.965 kasus, Musi Banyuasin 5.617 kasus, dan Muara Enim 3.350 kasus," ujar Ira, Sabtu (3/10/2026).

Selain tiga daerah itu, kasus di Lahat juga masuk dalam kategori tinggi, mencapai 2.420 kasus. Lalu di Banyuasin 2.125 kasus, Prabumulih 1.876 kasus, Lubuklinggau 1.844 kasus, Ogan Ilir 1.829 kasus, Ogan Komering Ilir (OKI) 1.697 kasus, dan Musi Rawas 1.370 kasus.

Menurutnya, dari jumlah 40.555 kasus ISPA paling banyak terdampak terhadap masyarakat yang berusia di atas 5 tahun mencapai 30.884 kasus. Sedangkan anak di bawah usia 5 tahun sebanyak 9.671 kasus.

"Kasus ISPA usia di atas 5 tahun sekitar 76,15 persen dari total kasus. Sedangkan usia di bawah 5 tahun 23,85 persen," ungkapnya.

Dia berharap, masyarakat tidak mengabaikan kondisi kualitas udara, terutama ketika kondisinya memburuk. Ira juga menjelaskan bahwa paparan asap karhutla dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit.

Kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus yakni balita, ibu hamil, lanjut usia serta masyarakat yang telah memiliki gangguan pernapasan.

Menurut Ira, masyarakat perlu memahami kategori kualitas udara agar dapat mengambil langkah perlindungan sesuai tingkat pencemaran.

"Pada kondisi di atas 400, semua harus tinggal di rumah dan menutup pintu serta jendela. Evakuasi selektif segera dilakukan bagi kelompok berisiko seperti balita, ibu hamil, orang tua dan penderita gangguan pernapasan ke tempat atau ruang yang bebas pencemaran udara," ungkapnya.



Simak Video "Video: Karhutla Meluas, Kasus ISPA di Palangka Raya Sentuh Rekor Tertinggi di Kalteng"

(csb/csb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork