Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dilakukan dengan menggabungkan peran masyarakat dan penegakan hukum.
"Jadi, di tengah kelelahan kita untuk menjaga hutan dari karhutla di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, ada semacam oase di Jambi," kata Raja Juli Antoni dalam keterangan tertulis nya, Selasa (29/9/2026).
Pembahasan soal karhutla ini disampaikan langsung oleh Raja Antoni saat mengunjungi Lanskap Bujang Raba, saat kunjungan kerjanya di Jambi, pada Senin (28/9). Ia menilai Bujang Raba menjadi contoh bagaimana keterlibatan masyarakat dapat membantu menjaga kawasan hutan dari ancaman karhutla.
Menurut Raja Juli Antoni, masyarakat yang diberdayakan dan memiliki kesadaran menjaga hutan dapat menjadi kekuatan utama dalam mencegah karhutla. Namun, upaya tersebut harus dibarengi dengan penindakan terhadap aktivitas ilegal di kawasan hutan.
"Keberadaan masyarakat peduli api di desa-desa menjadi salah satu bagian penting dalam pencegahan karhutla. Maka dari itu warga harus dilibatkan secara aktif dalam menjaga kawasan hutan di sekitarnya," terangnya.
"Karena ada masyarakat peduli api di desa-desa dan Bujang Raba adalah contohnya. Jika masyarakat desanya diberdayakan dan diajak berpartisipasi bersama, maka hutan akan terjaga," lanjut Raja Juli Antoni.
Dia menegaskan pemberdayaan masyarakat saja tidak cukup. Penegakan hukum tetap diperlukan untuk mencegah dan menindak aktivitas ilegal yang berpotensi merusak kawasan hutan.
"Jadi, kuncinya ada dua: kalau masyarakatnya berdaya, ada kesadaran, dan penegakan hukumnya berjalan lalu dikombinasikan, maka tidak akan ada lagi aktivitas ilegal," ujarnya.
Selain pencegahan karhutla, Raja Juli Antoni menyebut Bujang Raba juga menjadi kelompok perhutanan sosial pertama yang mendapat persetujuan untuk melakukan perdagangan karbon di sektor kehutanan.
Menurutnya, skema perdagangan karbon harus memberikan manfaat kepada masyarakat yang ikut menjaga hutan. Manfaat tersebut diharapkan dapat dirasakan kelompok perhutanan sosial, masyarakat hukum adat, hingga desa-desa yang berada di sekitar kawasan hutan.
Terkait penanganan karhutla di Jambi, Raja Juli Antoni menyebut kondisi saat ini menunjukkan perkembangan positif. Dia mengatakan hal tersebut tidak terlepas dari kerja sama pemerintah daerah dan Manggala Agni dalam menangani kebakaran.
Raja Juli Antoni menyebut jumlah hotspot di Jambi yang sebelumnya mencapai ratusan titik kini tersisa lima titik berdasarkan data per 27 September 2026.
Dia menekankan penanganan karhutla membutuhkan gotong royong antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.
"Dengan kombinasi masyarakat yang berdaya dan penegakan hukum yang berjalan, dia berharap potensi kebakaran serta aktivitas ilegal di kawasan hutan dapat terus ditekan," tutupnya.
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
(dai/dai)