Penyakit flu atau influenza kerap dialami oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Meski umumnya memunculkan gejala ringan yang dapat sembuh dalam beberapa hari, infeksi virus influenza tipe A memerlukan kewaspadaan ekstra.
Dilansir dari laman Laboratorium Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), influenza A tergolong jenis flu yang berisiko lebih berbahaya dibandingkan flu biasa. Jika menjangkiti kelompok rentan, penyakit ini berpotensi berkembang menjadi komplikasi medis serius seperti pneumonia, gagal napas, hingga ancaman kematian.
Masyarakat dan pembaca detikers perlu memahami karakteristik penyakit, gejala khas, pola penyebaran, serta langkah pencegahan influenza A sejak dini guna mengantisipasi penularannya.
Mengenal Penyakit Influenza A
Influenza tipe A merupakan jenis virus flu yang menyerang sistem pernapasan manusia, meliputi hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Infeksi virus ini umumnya meningkat pada musim pancaroba atau peralihan musim karena penurunan daya tahan tubuh masyarakat.
Secara teknis medis, virus influenza tipe A dikategorikan berdasarkan dua protein permukaan, yaitu Hemagglutinin (H) dan Neuraminidase (N). Kombinasi dari subtipe protein ini menentukan cara virus menginfeksi dan menyebar antar-sel tubuh. Subtipe influenza A yang paling sering bersirkulasi pada manusia adalah A(H1N1) dan A(H3N2). Subtipe H1N1 khususnya memiliki risiko lebih tinggi memicu wabah karena sifatnya yang mudah bermutasi.
Simak Video "Video: RS di China Kewalahan Tangani Pasien Influenza A dan HMPV"
(mep/mep)