Banjir bandang menerjang empat desa di Kecamatan Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Derasnya aliran Sungai Way Belu membuat tanggul jebol hingga air merendam rumah warga, lahan pertanian, dan sekolah.
Banjir terjadi pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Empat wilayah yang terdampak yakni Pekon (Desa) Belu, Negara Batin, Kanyangan, dan Teba Bunuk.
Berdasarkan data Pusdalops PB BPBD Provinsi Lampung, sedikitnya tiga rumah warga di Pekon Negara Batin mengalami kerusakan ringan. Banjir di wilayah tersebut juga berdampak terhadap sekitar 150 kepala keluarga (KK).
Sementara itu, tanggul Sungai Way Belu di Pekon Belu jebol sepanjang kurang lebih 200 meter. Air kemudian meluas ke permukiman warga dan merendam SDN 1 Belu.
Sekitar 150 KK di Pekon Belu turut terdampak banjir. Sejumlah lahan milik warga juga ikut terendam.
Di Pekon Kanyangan, banjir merendam sekitar 50 hektare lahan perkebunan. Sedangkan di Pekon Teba Bunuk, sekitar 5 hektare lahan pertanian terdampak.
Warga Pekon Negara Batin, Jamal mengatakan masyarakat sempat dikejutkan oleh peningkatan debit air yang berlangsung cepat pada dini hari. Warga kemudian berupaya memberikan peringatan kepada masyarakat melalui musala.
"Jam 1 lewat 25 menit, pokoknya sekitar 01.30 WIB. Saya umumkan di musala, itu masih kecil. Ketika keluar dari musala, langsung besar," katanya, Rabu (23/9/2026).
Jamal mengatakan titik tanggul di perbatasan Pekon Belu dan Negara Batin menjadi salah satu lokasi yang jebol. Kondisi tanggul tersebut dinilai menjadi titik rawan ketika debit air Sungai Way Belu meningkat.
"Perbatasan Belu dan Negara Batin ini belum (ditanggul), itu yang dikhawatirkan. Makanya jebol dari perbatasan semula ini," ujarnya.
"Tapi sebelumnya banjir sekitar jam 10 malam itu tapi langsung berangsur surut sehingga warga sempat mengira keadaan telah aman. Nggak tahu tengah malam malah bandang," sambung Jamal.
Jamal berharap penanganan segera dilakukan, khususnya terhadap tanggul yang jebol.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Penanggulangan BPBD Tanggamus, Hendarman Wahid memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, memang ada beberapa bangunan yang rusak dalam peristiwa tersebut," sebutnya.
Terkait jumlah bangunan yang mengalami kerusakan, Hendar menjelaskan pihaknya masih terus melakukan pembaruan pendataan kerusakan, saat ini fokus utama yakni membersihkan material lumpur yang masuk ke rumah warga dan fasilitas umum.
"Data lengkapnya nanti kami sampaikan, saat ini fokus membersihkan material lumpur dari pemukiman maupun fasilitas umum," tandasnya.
Simak Video "Video: Kabupaten Solok Sumbar Dilumpuhkan Banjir Bandang"
(csb/csb)