Sumatera Selatan

Dirut Pasar Palembang Pastikan Beras 5 Kg Aman-Minta Masyarakat Tak Panik

Irawan - detikSumbagsel
Jumat, 18 Sep 2026 21:40 WIB
Direktur Utama Perumda Pasar Palembang Jaya Dedi Siswoyo saat mengecek beras 5 kg di Pasar Yada, Palembang (Foto: Irawan)
Palembang -

Direktur Utama Perumda Pasar Palembang Jaya Dedi Siswoyo memastikan beras premium ukuran lima kilogram di Pasar Palembang, Sumatera Selatan, aman. Dia pun meminta masyarakat untuk tidak panik menyikapi kelangkaan yang terjadi.

Dedi mengatakan, ketersediaan beras di Sumatera Selatan, secara umum masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal itu diketahui setelah pihaknya melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pasar di Palembang.

"Kami memastikan untuk stok beras di pasar-pasar Palembang masih aman. Masyarakat tidak perlu panik dan khawatir terhadap ketersediaan beras," katanya setelah melakukan peninjauan langsung ke Pasar Yada. Merah Mata, Palembang, Jumat (18/9/2026).

Dari hasil pemantauan yang dilakukannya, beras kemasan 5 kg jenis SPHP masih tersedia dan dapat ditemukan oleh masyarakat.

Selain memastikan ketersediaan stok, Dedi juga menyebut harga beras SPHP kemasan 5 kg di pasar tersebut tidak mengalami kenaikan yang signifikan.

"Untuk beras SPHP ukuran 5 kilogram, stoknya aman. Kami juga melihat langsung di lapangan dan harganya tidak melambung, sesuai Het" ujarnya.

Menurut Dedi, kondisi kelangkaan yang terjadi saat ini lebih banyak terjadi pada beras kemasan 5 kg dengan merek tertentu. Kondisi tersebut tidak berarti persediaan beras secara keseluruhan mengalami kekurangan.

"Memang ada kelangkaan untuk merek-merek lain yang biasanya memproduksi beras dalam kemasan 5 kilogram. Tetapi bukan berarti berasnya tidak ada," jelasnya.

Ia mengatakan, sejumlah pedagang masih menyediakan beras dari merek lain, namun penjualannya dilakukan dengan sistem eceran berdasarkan kilogram. Dengan demikian, masyarakat tetap dapat memperoleh beras sesuai kebutuhan meski tidak selalu tersedia dalam kemasan 5 kg.

"Pedagang tetap menjual beras dari merek lain, hanya saja dijual per kilogram. Jadi masyarakat masih bisa mendapatkan beras sesuai kebutuhan," katanya.

Dedi menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi stok dan harga beras di pasar-pasar Palembang. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dan tidak terjadi gejolak harga di tingkat konsumen.

Menurutnya, pemantauan pasar menjadi penting terutama ketika terjadi perubahan pola pasokan maupun permintaan. Perumda Pasar Palembang Jaya juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait apabila ditemukan adanya persoalan distribusi atau kenaikan harga yang tidak wajar.

"Kami akan terus melakukan monitoring di pasar. Kalau ada persoalan terkait stok maupun harga, tentu akan segera kami koordinasikan dengan pihak terkait," ungkapnya.

Ia kembali mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan hanya karena khawatir beras akan habis. Menurutnya, kepanikan masyarakat justru dapat mendorong peningkatan permintaan dalam waktu singkat.

"Kami mengimbau masyarakat tidak panik. Jangan membeli secara berlebihan karena stok beras di Sumsel dipastikan masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat," ujarnya.



Simak Video "Video: Zulhas Pastikan Impor 1.000 Ton Beras dari AS Hanya untuk Beras Khusus"

(csb/csb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork