Sumatera Selatan

Duh, Kualitas Udara Palembang Pagi Ini Statusnya Berbahaya

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Kamis, 17 Sep 2026 10:20 WIB
Foto: Grafik kualitas udara di Palembang (Dok. BMKG)
Palembang -

Kualitas udara di Kota Palembang, semakin parah. Berdasarkan pantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang dan Talang Betutu, konsentrasi partikulat halus (PM2.5) terpantau berada pada kategori berbahaya atau hitam. Bahkan, mencatat angka tertinggi.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan kondisi tersebut terjadi pada dini hari. Konsentrasi PM2.5 di Stasiun Musi 2 mencapai 681,6 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 04.00 WIB.

Sedangkan di Stasiun Talang Betutu, konsentrasi PM2.5 juga tercatat tinggi dengan angka 493,9 µg/m³. Buruknya kualitas udara ini diakibatkan asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumsel.

"Untuk kondisi kualitas udara di Palembang terpantau berbahaya atau hitam. Konsentrasi PM2.5 di Musi 2 Palembang tercatat mencapai angka tertinggi terutama pada pukul 04.00 WIB tadi dengan 681,6 µg/m³," ujar Wandayantolis, Kamis (17/9/2026).

Angka 681,6 µg/m³ di Stasiun Musi 2 menjadi catatan tertinggi dibandingkan pengukuran sebelumnya. Sebelumnya, konsentrasi PM2.5 tercatat 614 µg/m³.

"Iya, angka PM2.5 hari ini tercatat paling tinggi dibandingkan 6 September lalu di 614 µg/m³," katanya.

Menurutnya, tingginya angka PM2.5 itu membuat jarak pandang terbatas di kisaran angka 1-2 kilometer.

"Kalau murni tanpa bercampur kabut, jarak pandang bisa sekitar 1-2 km," katanya.

"Dalam meteorologi, ada klasifikasi khusus visibility siang versus malam. Jadi meski malam, belum tentu visibility jadi lebih rendah," tambahnya.

Hingga pagi ini, status kualitas udara masih tercatat hitam. Dari data pukul 08.00 WIB di dua stasiun itu, tercatat angka PM2.5 sebesar 283 µg/m³ dan 272,3 µg/m³.

Masyarakat diimbau tetap waspada dan membatasi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat (kuning), sangat tidak sehat (merah), dan berbahaya (hitam).

"Jika terpaksa harus ke luar rumah, baiknya melindungi diri dengan masker dan kacamata," tukasnya.

"Dari referensi jika angka PM2.5 di atas 500 µg/m³ bertahan lebih dari 24 jam, bisa berdampak serius hingga ke jantung, tidak lagi hanya masalah pernapasan," imbuhnya.



Simak Video "Video Titik Panas Karhutla Kalimantan Melonjak, Kalteng Paling Parah "

(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork