Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau berpotensi menembus dan mengendap di dalam pemukiman warga. Paparan material halus ini tidak boleh dianggap remeh karena dapat memicu gangguan kesehatan pada saluran pernapasan, kulit, hingga mata. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami tata cara pembersihan abu vulkanik yang tepat dan efektif.
Dilansir laman International Volcanic Health Hazard Network (IVHHN), abu vulkanik gunung berapi merupakan gangguan besar karena mampu masuk ke seluruh sudut rumah dan bangunan. Berbeda dari debu rumah tangga biasa, partikel abu vulkanik memiliki struktur kristal bersudut tajam yang dapat menggores permukaan benda apabila disapu atau digosok secara kasar.
Prosedur Sebelum Membersihkan Abu Vulkanik
Sebelum memulai proses sterilisasi ruangan, terdapat beberapa prosedur keselamatan dan persiapan dasar yang wajib dipatuhi untuk meminimalkan risiko iritasi:
- Gunakan APD Standar: Setiap orang yang terlibat dalam pembersihan wajib menggunakan masker pelindung bersertifikasi seperti N95 atau KN95. Penggunaan kacamata pelindung (goggles) lebih disarankan daripada memakai lensa kontak demi mencegah iritasi kornea.
- Basahi Endapan Abu: Percikkan sedikit air untuk membasahi tumpukan abu halus sebelum diangkat menggunakan sekop.
- Hindari Penggunaan Air Berlebihan: Jangan menyiramkan air dalam jumlah berlebih hingga membentuk adonan lumpur pekat yang justru mempersulit pembersihan.
- Dilarang Menyapu Abu Kering: Hindari mengusap atau menyapu abu dalam kondisi kering karena partikelnya akan kembali beterbangan di udara dan terhirup ke paru-paru.
Simak Video "Video: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Jangkau Lampung hingga Jawa Barat"
(mep/mep)