Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat sebanyak 37 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi dalam sehari pada Minggu (2/8/2026). Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak secara harian sepanjang 2026.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan data tersebut merupakan hasil patroli udara dan laporan tim darat di seluruh wilayah Sumsel.
"Pada 2 Agustus 2026 terdata ada 37 kejadian karhutla berdasarkan hasil patroli udara dan laporan tim darat. Ini merupakan jumlah kejadian terbanyak dalam sehari sepanjang tahun 2026," ujar Sudirman, Senin (3/8/2026).
Dari total 37 kejadian tersebut, paling banyak terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dengan 10 kejadian. Selanjutnya Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dan Banyuasin masing-masing 5 kejadian, Musi Banyuasin (Muba) 4 kejadian, dan Prabumulih 3 kejadian.
Kemudian Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), OKU, dan Ogan Ilir masing-masing 2 kejadian. Sementara satu kejadian tercatat di Muara Enim, OKU Selatan, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Palembang.
"Sepanjang 3 hari di Agustus ini, jumlah kasus karhutla di Sumsel sudah sebanyak 67 kejadian," ungkapnya.
Sudirman menjelaskan seluruh kejadian tersebut langsung ditangani oleh tim gabungan. Upaya pemadaman dilakukan melalui operasi udara menggunakan helikopter water bombing dan penanganan darat oleh personel satgas karhutla.
"Pemadaman dilakukan dengan dukungan helikopter water bombing serta tim darat dari satgas gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, Damkar, Regu Pengendali Kebakaran (RPK), dan masyarakat lokal," katanya.
Menurut Sudirman, sebagian besar wilayah Sumsel saat ini berada pada kondisi yang berpotensi tinggi mengalami karhutla akibat kondisi cuaca yang semakin kering.
"Sebagian besar wilayah Sumsel saat ini memiliki potensi yang cukup tinggi untuk terjadi karhutla. Karena itu seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan," katanya.
Selain meningkatnya jumlah kejadian karhutla, BPBD Sumsel juga mencatat sebanyak 117 titik panas (hotspot) terdeteksi di Sumsel pada 2 Agustus 2026.
Sebaran hotspot terbanyak berada di Kabupaten Muba sebanyak 30 titik, Muara Enim 15 titik, Banyuasin dan OKU Timur masing-masing 12 titik, OKI sebanyak 11 titik, dan wilayah lainnya.
"Satgas Karhutla terus meningkatkan patroli darat maupun udara, memonitoring hotspot, menyiagakan personel, dan peralatan pemadaman untuk mempercepat penanganan karhutla agar tidak meluas," tukasnya.
Simak Video "Video: BMKG Prediksi El Nino Berpuncak di Desember atau Januari 2027"
(dai/dai)