Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mencatat 2.149 kasus demam berdarah dengue (DBD) sepanjang Januari-14 Juli 2026. Angka kasus bulanan terus mengalami penurunan di seluruh daerah. Termasuk angka kematian.
"Kasus DBD hingga 14 Juli 2026 tercatat sebanyak 2.149 kasus yang tersebar di 17 kabupaten/kota. Angka kematiannya 15 orang taun ini," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel Ira Primadesa Ogatiyah, Rabu (15/7/2026).
Dia menyebut, kasus DBD terbanyak berada di Palembang, mencapai 619 kasus dengan 1 kematian. Kemudian Muara Enim sebanyak 440 kasus dengan 4 kematian, Ogan Ilir 185 kasus dengan 1 kematian, Lubuklinggau 139 kasus dengan 2 kematian, Banyuasin 129 kasus dengan 4 kematian, Lahat 128 kasus, dan OKU Timur 118 kasus.
Kemudian, Musi Banyuasin mencatat 89 kasus dengan 1 kematian, OKI 67 kasus, Musi Rawas Utara 66 kasus, PALI 60 kasus dengan 1 kematian, Musi Rawas 58 kasus, Prabumulih 21 kasus, OKU 16 kasus, Pagar Alam 7 kasus dengan 1 kematian, Empat Lawang 4 kasus, dan OKU Selatan 3 kasus.
Berdasarkan tren bulanan, kasus DBD di Sumsel cenderung menurun sepanjang semester pertama 2026. Pada Januari tercatat 445 kasus, kemudian menurun menjadi 410 kasus pada Februari, Maret 313 kasus, April 296 kasus, dan Mei 290 kasus. Namun, jumlah kasus kembali meningkat menjadi 361 kasus pada Juni dan turun pada Juli (per 14 Juli) menjadi 34 kasus.
Ira menyebut pihaknya mewaspadai potensi peningkatan kasus pada akhir tahun seiring fenomena El Nino yang diperkirakan berkembang menjadi kategori kuat pada periode Juli hingga September 2026.
Peningkatan suhu akibat El Nino disebutnya dapat mempercepat siklus hidup nyamuk dan meningkatkan intensitas nyamuk mengisap darah sehingga berpotensi meningkatkan penularan penyakit yang ditularkan melalui vektor, seperti dengue, chikungunya, dan malaria.
"Risiko penularan diperkirakan mulai meningkat ketika curah hujan menurun karena kepadatan populasi nyamuk menjadi lebih tinggi. Kondisi tersebut diperkirakan dapat memicu peningkatan kasus dengue secara signifikan pada Oktober hingga Desember 2026 apabila tidak diantisipasi sejak dini," jelasnya.
Untuk mengantisipasi potensi lonjakan tersebut, Dinkes Sumsel memperkuat upaya pencegahan melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, distribusi larvasida dan insektisida, dan peningkatan kesiapan layanan penanganan pasien DBD.
Simak Video "Mencicipi Pempek dan Kuliner Khas Palembang yang Lezat "
(dai/dai)