Kasus Baru HIV/AIDS di Sumsel 181 Orang, Terbanyak di Palembang

Sumatera Selatan

Kasus Baru HIV/AIDS di Sumsel 181 Orang, Terbanyak di Palembang

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Rabu, 15 Apr 2026 09:30 WIB
Ilustrasi HIV
Ilustrasi HIV/AIDS (Foto: iStock)
Palembang -

Kasus baru HIV/ADIS di Sumatera Selatan (Sumsel) sepanjang Januari-Februari 2026 mencapai 181 orang. Kota Palembang menjadi daerah dengan kasus sebaran terbanyak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel Ira Primadesa Ogatiyah mengatakan dari total 181 kasus itu, sebanyak 139 orang di antaranya terkena HIV dan 42 orang lainnya AIDS.

"Total kasus HIV/AIDS di Sumsel sebanyak 181 orang, dengan 139 orang di antaranya HIV dan 42 orang lainnya AIDS. Berdasarkan sebaran wilayahnya, jumlah kasus di Palembang paling banyak dengan 85 orang. Terdiri dari 64 kasus HIV dan 21 kasus AIDS," ujar Ira, Selasa (14/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain Palembang, kasus baru HIV/AIDS juga terdeteksi di Lubuklinggau sebanyak 10 kasus. Kemudian di OKU, OKI, Muara Enim, Musi Banyuasin, dan OKU Timur masing-masing 5 kasus

Lalu di Ogan Ilir 4 kasus, Banyuasin dan Musi Rawas tercatat masing-masing 3 kasus. Lahat 2 kasus, Pagar Alam 2 kasus, dan Empat Lawang dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 1 kasus.

ADVERTISEMENT

"OKU Selatan dan Musi Rawas Utara dilaporkan belum ditemukan kasus baru pada periode ini," katanya.

Ira menyebut, perilaku seksual berisiko masih menjadi faktor utama pemicu penularan HIV/AIDS. Dalam menanggulangi kasus tersebut, Dinkes Sumsel telah melakukan beberapa upaya.

Seperti melakukan program perluasan layanan klinik untuk tes dan pengobatan HIV, kegiatan mobile klinik untuk menjangkau kelompok populasi kunci yang sulit dijangkau untuk dilakukan skrining HIV/AIDS dan penyakit infeksi menular seksual.

Lalu, melakukan kerja sama lintas sektor dengan instansi terkait untuk penanggulangan HIV/AIDS, kerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) penjangkau populasi kunci dan pendamping ODHIV.

Pihaknya juga gencar mengedukasi dan sosialisasi HIV/AIDS kepada masyarakat dan anak sekolahan, bekerja sama dengan puskesmas, dan mendistribusikan logistik berupa reagen dan obat untuk program HIV.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads