Sampah Palembang Tembus 1.300 Ton/Hari, PLTSa Jadi Solusi

Sumatera Selatan

Sampah Palembang Tembus 1.300 Ton/Hari, PLTSa Jadi Solusi

Irawan - detikSumbagsel
Rabu, 15 Jul 2026 22:21 WIB
Sejumlah alat berat beroperasi di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (30/1/2021). Pemerintah Kota Palembang berencana memindahkan pembuangan sampah TPA Karya Jaya karena TPA Sukawinatan sudah over kapasitas. ANTARA FOTO/Feny Selly/wsj.
Foto: Ilustrasi tempat pembuangan sampah akhir di Palembang (ANTARA FOTO/FENY SELLY)
Palembang -

Persoalan sampah di Kota Palembang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Setiap hari, timbulan sampah di kota ini mencapai sekitar 1.300 ton, namun yang berhasil dikelola dan masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru sekitar 1.000 ton atau 74,32 persen.

Artinya, masih ada sekitar 300 ton sampah per hari yang belum tertangani secara maksimal. Kondisi itu dikhawatirkan berpotensi mencemari lingkungan karena sebagian sampah diduga tidak dikelola dari sumbernya dan berakhir dibuang sembarangan.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, angka timbulan sampah dihitung berdasarkan jumlah penduduk Kota Palembang dengan rata-rata produksi sampah mencapai 0,7 kilogram per orang setiap hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Timbulan sampah itu rata-rata 0,7 kilogram dikali jumlah penduduk. Jadi totalnya sekitar 1.300 ton per hari. Sementara yang berhasil masuk ke TPA baru sekitar 1.000 ton. Artinya masih ada selisih sekitar 300 ton sampah yang belum tertangani," katanya kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).

Dewa menjelaskan, saat ini, Kota Palembang memiliki dua Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yakni TPA Sukawinatan dan TPA Karya Jaya. Kedua lokasi tersebut menjadi tempat pembuangan utama sampah yang berhasil diangkut oleh petugas setiap harinya.

ADVERTISEMENT

"Meski demikian, volume sampah yang masuk ke dua TPA tersebut masih belum mampu menampung seluruh timbulan sampah yang dihasilkan masyarakat," ungkapnya.

Menurut Dewa, terdapat dua kemungkinan terhadap sekitar 300 ton sampah yang tidak masuk ke TPA setiap hari. Sampah tersebut bisa saja telah dikelola langsung dari sumbernya oleh masyarakat atau justru dibuang secara sembarangan.

"Pilihannya hanya dua, dikelola dari sumbernya atau malah dibuang sembarangan ke sungai maupun tempat-tempat yang bukan semestinya," ujarnya.

Ia mengakui, kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan masih perlu ditingkatkan. Hingga kini masih ditemukan warga yang membuang sampah ke aliran sungai, termasuk Sungai Musi, maupun ke lahan kosong.

"Masih ada masyarakat yang belum sadar. Ada yang membuang sampah ke Sungai Musi, ada juga yang membuang sampah bukan pada tempatnya. Ini tentu menjadi perhatian kita bersama," ujarnya.

Untuk mengurangi persoalan tersebut, Pemkot Palembang terus memperkuat kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Berbagai program edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan, termasuk melalui gerakan gotong royong dan program Camat Anti Mager.

Program tersebut dinilai menjadi salah satu upaya membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Selain memperkuat pengelolaan dari hulu, Pemkot Palembang juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Saat ini proyek pembangunan PLTSa terus dipercepat dan ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026.

"Kami sedang mengebut pembangunan PLTSa yang ditargetkan bisa mulai beroperasi pada Oktober 2026. Dengan adanya PLTSa ini, sampah tidak hanya dibuang ke TPA, tetapi juga bisa diolah menjadi energi listrik," jelas Dewa.

Menurutnya, keberadaan PLTSa akan menjadi solusi konkret dalam mengurangi beban sampah di TPA sekaligus memanfaatkan sampah sebagai sumber energi baru. Dengan teknologi tersebut, sampah yang selama ini hanya ditumpuk di TPA nantinya dapat dikonversi menjadi energi listrik sehingga kapasitas TPA bisa lebih terjaga.

"Kami optimistis dengan adanya PLTSa, pengelolaan sampah di Kota Palembang akan beres. Saya berharap, persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan bisa teratasi secara menyeluruh," tutupnya.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads