Warga Temukan Jejak Diduga Harimau Sumatera di Muratara, BKSDA Telusuri

Sumatera Selatan

Warga Temukan Jejak Diduga Harimau Sumatera di Muratara, BKSDA Telusuri

M Rizky Pratama - detikSumbagsel
Kamis, 09 Jul 2026 20:31 WIB
BKSDA Sumsel cek jejak kaki diduga harimau Sumatera di Muratara
Foto: BKSDA Sumsel cek jejak kaki diduga harimau Sumatera di Muratara (Dok. BKSDA Sumsel)
Muratara -

Warga di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, dihebohkan dengan temuan jejak kaki satwa liar diduga harimau Sumatera. Menanggapi laporan tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan turun ke lokasi untuk melakukan penelusuran.

Diketahui jejak kaki tersebut ditemukan di Desa Kuto Tanjung, Kecamatan Ulu Rawas, Muratara, Sumatera Selatan. Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumsel Yusmono mengatakan peninjauan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi adanya dugaan jejak harimau di wilayah tersebut.

Meskipun sudah ditemukan jejak kaki tersebut, Yusmono mengaku pihaknya belum dapat memastikan apakah itu merupakan jejak kaki harimau atau bukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya, kami melakukan peninjauan di Ulu Rawas kemarin (8/7/2026) karena ada temuan jejak harimau. Kalau yang temuan terakhir belum bisa dipastikan apakah itu jejak kaki harimau atau bukan karena jejaknya kurang jelas lantaran berada di semak-semak," katanya, Kamis (9/7/2026).

Yusmono mengungkapkan laporan awal penemuan jejak itu berasal dari seseorang yang bukan merupakan warga setempat, melainkan berasal dari Sarolangun, Jambi sehingga membuat petugas kesulitan menggali informasi lebih rinci terkait lokasi penemuan jejak.

ADVERTISEMENT

"Yang membuat laporan itu bukan orang asal sana, tapi asal Sarolangun sehingga tidak bisa dimintai keterangan lebih lanjut. Setelah kami cek ke lokasi, jejaknya juga tidak terlalu jelas," ujarnya.

Setelah menemukan jejak tersebut, Yusmono mengatakan pihaknya bersama SPTN Wilayah V serta masyarakat melakukan penyisiran di lokasi yang diduga menjadi tempat kemunculan satwa tersebut. Namun, petugas tidak menemukan jejak baru.

Berdasarkan hasil analisis jejak di lapangan serta informasi dari masyarakat, Yusmono mengatakan satwa yang diduga muncul itu mengarah kepada macan dahan, bukan Harimau Sumatera.

"Kami belum bisa memastikan apakah itu Harimau Sumatera atau macan dahan. Warga di sana juga banyak yang belum mengetahui jenis satwa tersebut, sehingga belum bisa dipastikan apakah macan dahan atau macan akar," jelasnya.

Meskipun begitu, ia mengatakan pihaknya memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai mitigasi interaksi negatif antara manusia dengan satwa liar.

"Petugas mengimbau warga untuk menghindari aktivitas di kawasan hutan pada sore hingga malam hari, tidak mendekati lokasi yang diduga menjadi habitat satwa, tidak melakukan perburuan maupun pemasangan jerat, serta segera melaporkan kepada petugas apabila kembali menemukan jejak atau kemunculan satwa liar," imbaunya.

Selain menindaklanjuti laporan tersebut, Yusmono mengatakan pihaknya juga mengecek kembali lokasi di Desa Kuto Tanjung dimana ada 17 ternak warga mati akibat serangan satwa liar pada bulan Mei 2026.

"Sudah dicek juga yang laporan ternak mati di Kuto Tanjung. Itu juga akan kami tindak lanjuti," tuturnya.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads