Polda Bangka Belitung (Babel) dan Polres Jajaran kompak menanam pohon di lahan eks tambang di Hari Bhayangkara k-80. Sejak 2022 total ada 297,1 hektare lahan kritis di Babel yang telah direklamasi atau dihijaukan kembali.
Hari ini, Kapolda Bangka Belitung Irjen Viktor T Sihombing didampingi Wakapolda Brigjen Murry Mirranda, memimpin penanaman bibit pohon serentak di lahan kritis Pantai Rebo, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Sejumlah PJU, di antaranya Dirreskrimsus Polda Babel Kombes Nanang Haryono, Forkopimda juga tampak hadir. Termasuk masyarakat dan mahasiswa.
"Kita melaksanakan reklamasi, penanaman pohon serentak bersama Polres Jajaran. Ada 14 hektare keseluruhannya, di sini 3 hektar," kata Irjen Viktor kepada wartawan usai penanam, Rabu (8/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Viktor, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung pelestarian lingkungan. Lahan-lahan yang reklamasi merupakan kawasan yang telah dimanfaatkan sumber daya alamnya tapi ditinggalkan begitu saja.
"Selama ini kita melakukan aksi negatif, menebang pohon, memanfaatkan sumber daya alam tapi kita tidak mengembalikan alam pada posisinya. Hutang kita banyak, dari sekian lahan yang luas, pohon banyak yang sudah ditebang hanya sebagian pohon itu yang ditanam, berarti kita punya banyak utang" terangnya.
Dirreskrimsus Polda Babel Kombes Nanang Haryono. Foto: Deni Wahyono |
Menurut Viktor, Provinsi Bangka Belitung memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang sangat besar yang menjadi penopang perekonomian masyarakat. Baik dari dari sektor kelautan, kehutanan, perkebunan hingga pertambangan timah.
"Bangka Belitung mempunyai potensi alam yang sangat luar biasa, terutama wilayah-wilayah yang menghasilkan tambang dan mineral. Sejak berpuluh tahun lalu, kegiatan pengolahan sumber daya mineral itu sudah dilakukan di Bangka Belitung ini," terangnya.
"Kita tidak bisa menutup mata bahwa dalam pemanfaatan potensi itu ada dampak yang terjadi di lingkungan kita. Dampaknya bukan hanya berpengaruh terhadap pemandangan atau visual estetikanya wilayah, tapi juga berdampak ketahanan ekologi, ketahanan pangan, bahkan keberlangsungan hidup masyarakat bangka Belitung," timpalnya.
Penanaman pohon ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran semua pihak, terutama untuk terus menjaga kelestarian lingkungan. Diketahui, ini bukan kali pertama Polda Babel melakukan penanaman pohon.
"Sejak tahun 2022 hingga 2025 itu ada lebih kurang ada 150.620 bibit pohon yang telah ditanam. Dengan luas sekitar 297,1 hektare. Itu masih kecil, dan itu harus terus kita lakukan kalau kita pengen alam bereaksi positif terhadap kita," tutupnya.
"Kita harus menjadikan alam ini lebih produktif lagi, lebih hijau kembali dan bisa menghasilkan yang lebih baik kepada kita," tutupnya.
Untuk hari ini, Polda dan Jajaran menanam sebanyak 6.000 bibit pohon di luas lahan 14 hektare. Jenis bibit yang tanamannya yakni dari mangrove, cemara, belangirin, aren, mahoni, durian hingga kayu putih. Kegiatan ini sekaligus dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
(dai/dai)

